Nova.id - Masa kehamilan adalah perjalanan yang luar biasa, namun mendekati bulan kesembilan, perasaan campur aduk antara bahagia, tidak sabar, dan cemas seringkali menghampiri.
Pertanyaan yang paling sering muncul di benak ibu hamil adalah, "Kapan bayi saya akan lahir?" dan "Seperti apa rasanya tanda-tanda melahirkan?"
Memasuki trimester ketiga akhir, penting bagi setiap calon orang tua untuk memahami sinyal yang diberikan oleh tubuh.
Yu kita kenali berbagai tanda melahirkan, mulai dari gejala awal hingga tanda pasti yang mengharuskan Anda segera ke rumah sakit.
Kontraksi : Membedakan yang "Palsu" dan yang "Asli"
Kontraksi adalah salah satu indikator utama persalinan, namun banyak ibu hamil terkecoh oleh kontraksi palsu atau Braxton Hicks.
Kontraksi Palsu (Braxton Hicks) biasanya terasa kencang di bagian perut bawah atau selangkangan. Rasanya tidak terlalu sakit, datangnya tidak teratur, dan akan hilang jika Anda berubah posisi, berjalan, atau beristirahat.
Kontraksi Persalinan Asli, ini adalah tanda bahwa rahim sedang bekerja membuka jalan lahir. Kontraksi asli akan terasa semakin kuat, semakin sering, dan memiliki pola yang teratur (misalnya setiap 5 menit sekali). Rasa sakitnya tidak hilang meskipun Anda berpindah posisi atau berbaring.
Munculnya Lendir Bercampur Darah (Bloody Show)
Selama kehamilan, leher rahim (serviks) ditutup oleh sumbat lendir kental untuk melindungi bayi dari bakteri. Saat persalinan mendekat, serviks mulai melunak, menipis, dan sedikit membuka. Hal ini menyebabkan sumbat lendir tersebut keluar.
Karakteristiken ldir ini bisa berwarna bening, merah muda, atau kecokelatan dengan bercak darah. Keluarnya lendir ini bisa terjadi beberapa hari hingga beberapa jam sebelum proses persalinan aktif dimulai.
Bayi "Turun" ke Panggul (Lightening)
Beberapa minggu atau hari sebelum melahirkan, Anda mungkin merasa perut tampak lebih "merosot" ke bawah. Ini terjadi karena kepala bayi sudah mulai masuk ke rongga panggul sebagai persiapan jalan lahir.
Dampaknya anda akan merasa lebih lega saat bernapas karena tekanan pada diafragma berkurang. Namun, di sisi lain, tekanan pada kandung kemih akan meningkat, membuat Anda lebih sering ingin buang air kecil.
Ketuban Pecah
Ini adalah tanda yang paling ikonik namun seringkali tidak sedramatis di film-film. Hanya sekitar 15% wanita yang mengalami ketuban pecah sebelum kontraksi dimulai.
Sensasi rsanya bisa berupa aliran air yang deras atau hanya rembesan kecil yang terus-menerus. Jika Anda merasa pakaian dalam basah dan cairannya tidak berbau pesing (bukan urine), kemungkinan besar itu adalah air ketuban. Segera hubungi dokter jika hal ini terjadi.
Perubahan Emosional dan Naluri Nesting
Pernahkah Anda tiba-tiba merasa sangat bersemangat untuk membersihkan rumah, menata ulang lemari bayi, atau mencuci semua baju bayi padahal tubuh sudah sangat lelah? Ini disebut nesting instinct.
Secara biologis, ini adalah cara tubuh mempersiapkan "sarang" sebelum si kecil lahir. Selain itu, perubahan hormon juga bisa membuat suasana hati menjadi tidak stabil, seperti lebih sensitif atau merasa gelisah.
Gangguan Tidur dan Nyeri Punggung
Karena perut yang semakin besar dan posisi bayi yang mulai menekan saraf di area panggul, banyak ibu hamil mengalami kesulitan tidur atau insomnia menjelang hari-H. Nyeri punggung bawah yang tumpul namun konstan juga sering dirasakan sebagai tanda bahwa ligamen dan sendi sedang meregang untuk proses persalinan.
Keluhan Pencernaan (Diare)
Menjelang persalinan, tubuh memproduksi hormon prostaglandin yang berfungsi untuk mematangkan rahim. Namun, hormon ini juga bisa merangsang usus besar, menyebabkan buang air besar menjadi lebih sering atau bahkan diare. Ini adalah cara alami tubuh untuk "mengosongkan" perut agar proses persalinan lebih lancar.
Kapan Harus Segera ke Rumah Sakit?
Jangan menunggu terlalu lama jika Anda mengalami hal-hal berikut:
Kontraksi yang Teratur: Terjadi setiap 5 menit selama minimal satu jam.
Ketuban Pecah: Baik dalam jumlah banyak maupun hanya merembes.
Perdarahan Hebat: Keluar darah segar yang menyerupai menstruasi.
Gerakan Bayi Berkurang: Jika Anda merasa janin tidak seaktif biasanya.
Mengenali tanda-tanda di atas akan membantu Anda tetap tenang saat saatnya tiba.