Luas Tanam Padi Ladang di Kabupaten Bangka 2 Ribu Hektar, 7 Varietas Unggul Geliatkan Usaha Petani
Fitriadi February 14, 2026 12:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA — Padi ladang atau padi gogo di Kabupaten Bangka Provinsi Kepulauan Bangka Belitung kini menjadi komoditas bahan pangan yang dapat dipilih oleh para petani.

Pasalnya, Kabupaten Bangka telah mempunyai varietas padi ladang lokal yang sudah diakui oleh Kementerian Pertanian (Kementan) RI sebagai varietas unggul.

Ada 7 jenis varietas padi ladang lokal dari Kabupaten Bangka yang diakui sebagai varietas unggul.

Baca juga: Tujuh Varietas Padi Ladang dari Kabupaten Bangka Ditetapkan jadi Varietas Unggul

Tujuh varietas unggul tersebut yakni Runteh, Balok, Pulut Merah, Mayang Pandan, Raden, Mayang Pasir dan Damel.

Varietas unggul tersebut tersebar hampir di semua kecamatan di Kabupaten Bangka antara lain Kecamatan Mendo Barat, Bakam, Puding Besar, Riau Silip dan Belinyu.

Kepala Dinas Pangan dan Pertanian (Dinpanpertan) Kabupaten Bangka, Syarli Nopriansyah menyebut bahwa kebutuhan benih padi ladang se-Bangka Belitung kurang lebih 280 ton setahun.

“Kebutuhannya kurang lebih 280 ton setahun untuk se-Babel dengan luas tanamnya lima ribu sekian hektar,” kata Syarli kepada Bangkapos.com,  Jumat (13/2/2026).

Sedangkan luas tanam padi ladang atau sering disebut juga padi gogo di Kabupaten Bangka tercatat pada tahun 2025 seluas 2.426,05 hektar.

“Luas panen tahun 2025 sebesar 1.815,95 hektar dan produksi padi ladang (di Kabupaten Bangka-red) sebanyak 5.220,ton,” jelas Syarli.

Syarli berharap, dengan ada 7 varietas padi ladang yang dinyatakan sebagai varietas unggul tersebut mempu menumbuhkan dan menggeliatkan minat petani untuk menanam padi ladang.

Apalagi kata dia, masyarakat petani padi ladang di Bangka Belitung mayoritas menanam varietas lokal yang telah diusulkan sebelumnya.

“Mereka enggan menanam varietas padi gogo lain, selain karena sudah terbiasa dengan cita rasanya, juga perawatannya yang lebih mudah karena sudah adaptif di Kabupaten Bangka. Kendala di petani paling tikus dan burung saja,” kata Syarli.

Selain itu, dari ketujuh varietas unggul ini, Pulut Merah mempunyai tekstur beras ketan. Varietas Pulut Merah ini diharapkan melengkapi komoditas petani yang terbiasa menanam beras ketan.

“Pulut Merah ini teksturnya berbeda dengan 6 varietas unggul lain. Semoga dengan dilepas sebagai varietas unggul bisa memenuhi harapan para petani yang biasanya menanam beras ketan,” ujarnya.

Syarli mengatakan, jika tidak ada kendala, direncanakan dalam waktu dekat Kabupaten Bangka akan menyiapkan balai  benih inti dan ditanam untuk produksi benih penjenis (breeder seed). Hasil produksinya diambil kembali untuk disebarkan kepada penangkar benih.

“Itu rencana jangka pendek, kalau rencana jangka panjangnya kita akan menanam benih penjenis untuk memproduksi benih dasar. Penanaman benih dasar ini untuk memproduksi benih pokok yang goalnya produksi benih sebar. Kalau sudah jadi benih sebar baru bisa didistribusikan kepada petani,” kata Syarli.

(Bangkapos.com/Arya Bima Mahendra)

 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.