Meriahkan Imlek dan Festival Cahaya Lampion, Lampion Hiasi Jalan Gajah Mada Denpasar Bali
Putu Dewi Adi Damayanthi February 14, 2026 12:33 PM

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Untuk memeriahkan Imlek tahun 2026, lampion mulai hiasi Jalan Gajah Mada Denpasar, Bali.

Pemasangan lampion ini juga serangkaian Festival Cahaya Lampion yang digelar 17 - 20 Februari 2026.

Pantauan Sabtu 14 Februari 2026 siang, lampion terpasang di beberapa titik, seperti pelataran Pasar Badung, barat Catur Muka, jembatan Gajah Mada, dan Jalan Kartini.

Setidaknya, 1.000 lampion dengan berbagai bentuk dan ukuran dipasang di kawasan ini.

Ketua Pembina Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) Bali, Sudiarta Indrajaya, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara INTI Bali dengan Pemerintah Kota Denpasar melalui Dinas Pariwisata.

Baca juga: IMLEK 2026, Pangayah Mulai Bersihkan Patung Dewa di Griya Kongco Dwipayana Tanah Kilap & Buleleng 

Sudiarta juga menuturkan bahwa perayaan Imlek tahun 2026 ini, sengaja digelar dalam skala yang lebih kecil dibandingkan tahun-tahun sebelumnya.

Hal ini merujuk pada arahan Wali Kota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara, terkait pelaksanaan festival budaya.

"Festival besar memang tidak digelar tahun ini. Karena Festival Nusantara diminta oleh Bapak Wali Kota digelar dua tahun sekali. Jadi kita ambil setiap tahun ganjil," ungkap Sudiarta.

Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Kota Denpasar, Ni Luh Putu Riyastiti, menyebutkan bahwa pihak INTI Bali juga memfasilitasi pemasangan lampion di beberapa titik kawasan yang belum terjangkau pemerintah kota.

Menurut Riyastiti, keberadaan lampion ini memiliki makna filosofis yang mendalam bagi perayaan Imlek.

"Festival Lampion ini menjadi simbol keberuntungan, kebahagiaan, dan harapan masa depan. Lampion juga dimaknai sebagai penerang di tengah kegelapan, penolak nasib buruk, serta simbol kebersamaan keluarga, dengan warna merah yang merepresentasikan kemakmuran," jelasnya.

Tidak hanya menyuguhkan visual yang indah, Festival Cahaya Lampion ini juga akan dirangkaikan dengan Cafe Festival.

Kegiatan ini menggandeng para pelaku UMKM lokal yang selama ini beraktivitas di sepanjang Jalan Gajah Mada, antara lain Bhineka Djaja, Pizza Tjahaja, Kafe Jago, BKKOFFEE, dan Terasa Seperti Kopi Minggu.

Semarak festival juga akan diisi dengan penampilan musik akustik dari muda-mudi Kota Denpasar.

Pertunjukan musik ini akan mengambil tempat di beberapa coffee shop di sepanjang jalan tersebut, menjadikannya wadah apresiasi bagi kreativitas generasi muda di Denpasar. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.