TRIBUNKALTARA.COM, TANA TIDUNG -Guna naik status dari kelas D menjadi kelas C, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tana Tidung (KTT) Sarif mengungkapkan langkah awal yang telah dilakukan manajemen RSUD Akhmad Berahim adalah self assement atau penilaian mandiri.
“Langkah pertama yang sudah dilakukan saat ini adalah melakukan penilaian sendiri dulu, self-assessment. Jadi teman-teman Rumah Sakit sudah melakukan penilaian terhadap apa saja yang dibutuhkan, baik itu tenaga maupun peralatan yang ada,” ujarnya.
Setelah self assessment selesai, tahap berikutnya adalah visitasi dari tim penilai yang melibatkan Dinas Kesehatan Provinsi, Persatuan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Asosiasi Rumah Sakit Daerah (ARSADA), hingga kemungkinan dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes).
“Nanti akan dibentuk tim visitasi lagi yang melibatkan provinsi, asosiasi rumah sakit, dan tidak menutup kemungkinan dari Kemenkes juga akan dilibatkan,” ucap Sarif.
Baca juga: Pembangunan Gedung RSUD Akhmad Berahim Rampung 100 Persen, Alat Kesehatan Disesuaikan Kesiapan SDM
Sarif, mengatakan proses naik status kelas Rumah Sakit tidak bisa dilakukan secara instan, melainkan melalui tahapan administrasi dan teknis yang ketat. Targetnya, proses administrasi awal rampung pada Maret mendatang
Sarif menegaskan, keputusan peningkatan kelas memang ditetapkan kepala daerah, namun tetap harus berdasarkan hasil visitasi dan pemenuhan standar yang ditetapkan Kemenkes.
Untuk naik status kelas Rumah Sakit, tentunya tidak hanya tahapan administrasi saja yang dilakukan tentunya pembangunan gedung Rumah Sakit juga dilakukan penilaian.
Sarif menyebut, dukungan pemerintah pusat menjadi faktor penting dalam percepatan peningkatan kelas rumah sakit tersebut.
“Alhamdulillah dukungan dari Bapak Presiden Prabowo memberikan bantuan kepada pemerintah daerah. Karena rumah sakit kita masih kelas D, memang harus naik ke kelas C dengan pengembangan bangunan,” ujarnya.
Diketahui pembangunan gedung baru Rumah Sakit merupakan bagian dari Program Hasil Terbaik Cepat ( PHTC ) dari Presiden RI Prabowo Subianto melalui Kementerian Kesehatan.
Sarif menyampaikan pembangunan gedung Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bantuan pemerintah pusat telah rampung 100 persen. Gedung tersebut merupakan pengembangan dari RSUD Akhmad Berahim, bukan berdiri sendiri.
“Gedung PHTC itu bagian dari RSUD Akhmad Berahim, hanya pengembangan gedung dan pelayanan saja dari kelas D ke kelas C. Jadi nanti begitu operasional gedung baru berjalan, status kelas C juga sudah kita targetkan,” pungkasnya.
Sementara itu, peletakan batu pertama pembangunan gedung Rumah Sakit ini dilakukan langsung oleh Menteri Kesehatan ( Menkes ) Budi Gunadi Sadikin pada Jumat (21/2/2025).
Lokasi RSUD Akhmad Berahim berada di Jalan Padat Karya, Tideng Pale Timur, Kecamatan Sesayap, KTT Kalimantan Utara.
(*)
Penulis : Rismayanti