Beradaptasi dengan Teknologi, Atta Halilintar & Anang Hermansyah Anggap AI Bukan Ancaman Kreativitas
Anita K Wardhani February 14, 2026 02:15 PM

Laporan Wartawan Tribunnews.com, Bayu Indra Permana

 

 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) belakangan memicu kekhawatiran di kalangan pelaku industri kreatif. 

Namun, pandangan berbeda disampaikan Atta Halilintar dan ayah mertuanya, Anang Hermansyah. 

Baca juga: Wamenkes Dante Bicara Inovasi Diabetes Molekuler & Artificial Pancreas: Masa Depan Pengobatan

Keduanya menilai AI bukanlah ancaman, melainkan alat yang bisa dimanfaatkan untuk mendukung kreativitas manusia.

Pandangan tersebut disampaikan Atta dan Anang saat menjadi pembicara 

Dalam sebuah sesi diskusi, Atta Halilintar menegaskan bahwa kehadiran AI seharusnya tidak ditakuti oleh para kreator.

Baca juga: Atta Halilintar Harus Ekstra Bagi Waktu ke Anak dan Istri, Akui Sering Cemburu

"Nah AI itu bukan sesuatu yang berbahaya. Justru ini adalah tools yang bisa membantu kreator bekerja lebih cepat, lebih efisien, dan lebih kreatif," ujara Atta Halilintar dalam talk show bertajuk The Role of AI in Modern Content Creation di kawasan Tangerang, Jumat (13/2/2026). 

"Kreativitas tetap datang dari manusia, AI hanya membantu memperkuat dan memaksimalkan potensi kita," jelasnya.

Atta menilai, di tengah arus digitalisasi yang semakin cepat, kemampuan beradaptasi terhadap teknologi menjadi kunci agar kreator tetap relevan. 

 

Selama digunakan secara bijak, AI justru dapat membuka peluang baru, mulai dari monetisasi hingga memperluas jangkauan audiens.

Senada dengan Atta, musisi Anang Hermansyah juga menekankan pentingnya kesiapan mental dan pola pikir terbuka dalam menyikapi perkembangan teknologi. 

Menurutnya, AI tidak hadir untuk menggantikan peran manusia, melainkan sebagai mitra kolaboratif dalam proses kreatif.

"Makanya dengan kegiatan ini, SocAI dan FYC Group ingin membangun pemahaman bahwa AI adalah mitra kolaboratif dalam industri kreatif, bukan pengganti manusia," beber Anang.

"Edukasi kepada para KOL dan influencer menjadi langkah penting agar transformasi digital dapat berjalan secara positif dan produktif," terusnya.

Talk show ini pun menjadi ruang diskusi yang mendorong para kreator untuk melihat AI dari sudut pandang yang lebih konstruktif. 

Alih-alih menolak, pemanfaatan teknologi dinilai bisa memperkuat ekosistem kreatif Indonesia agar lebih adaptif terhadap perkembangan global.

Sebagai informasi, acara talk show ini merupakan bagian dari pengenalan SocAI dan FYC Group, yang berupaya menghadirkan ruang edukasi dan kolaborasi bagi pelaku industri kreatif dalam menghadapi era kecerdasan buatan. 

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.