Sambut Tahun Kuda Api, Pramono Ajak Warga Perkuat Persatuan dan Optimisme
Joanita Ary February 14, 2026 02:35 PM

WARTAKOTALIVECOM, Jakarta — Gubernur Jakarta Pramono Anung resmi membuka Festival Imlek Jakarta 2026 di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Jumat (13/2).

Perayaan yang digelar di salah satu ikon Ibu Kota itu menandai dimulainya rangkaian kegiatan budaya yang akan berlangsung hingga Maret mendatang, mulai dari Taman Mini Indonesia Indah (TMII) hingga Kota Tua.

Dalam sambutannya, Pramono menyampaikan harapannya agar Tahun Kuda Api menjadi momentum kebangkitan dan penguatan solidaritas warga Jakarta.

Ia menilai perayaan Imlek bukan sekadar tradisi tahunan masyarakat Tionghoa, melainkan juga ruang bersama untuk merawat keberagaman dan memperkuat kohesi sosial di tengah dinamika kota metropolitan.

“Tahun Kuda Api identik dengan semangat, keberanian, dan energi yang besar. Saya berharap Jakarta dan seluruh warganya dapat meneladani semangat itu untuk bergerak maju, bekerja lebih keras, serta memperkuat persatuan,” ujar Pramono di hadapan ribuan warga yang memadati kawasan Bundaran HI.

Pramono hadir bersama Wakil Gubernur Jakarta Rano Karno atau yang akrab disapa Bang Doel.

Keduanya tampak menyapa masyarakat dan meninjau sejumlah pertunjukan seni yang ditampilkan, mulai dari barongsai hingga pertunjukan musik dan tari tradisional.

Festival Imlek Jakarta 2026 dirancang tidak hanya terpusat di Bundaran HI.

Pemerintah Provinsi Jakarta menyiapkan rangkaian acara lanjutan di Taman Mini Indonesia Indah dan kawasan Kota Tua Jakarta.

Beragam agenda seperti pameran budaya, bazar UMKM, pertunjukan seni lintas etnis, hingga instalasi lampion akan meramaikan sejumlah titik kota.

Menurut Pramono, penyebaran lokasi kegiatan ini bertujuan mendorong pemerataan aktivitas ekonomi dan pariwisata.

Ia berharap perayaan Imlek dapat menjadi daya tarik wisata sekaligus mendongkrak perputaran ekonomi lokal, khususnya bagi pelaku usaha kecil dan menengah.

“Jakarta adalah rumah bagi semua. Keberagaman budaya yang kita miliki adalah kekuatan, bukan sekat. Dengan festival seperti ini, kita ingin menunjukkan bahwa Jakarta adalah kota global yang tetap berakar pada nilai toleransi dan gotong royong,” katanya.

Lebih jauh, Pramono menekankan pentingnya menjaga stabilitas dan harmoni sosial di tengah tantangan ekonomi dan sosial yang dihadapi kota besar seperti Jakarta.

Tahun Kuda Api, menurutnya, harus dimaknai sebagai simbol keberanian untuk melakukan terobosan kebijakan dan inovasi pelayanan publik.

Ia juga mengajak seluruh warga untuk menjadikan perayaan Imlek sebagai momen refleksi dan optimisme.

“Mari kita sambut tahun ini dengan harapan baru, dengan semangat bekerja bersama membangun Jakarta yang lebih inklusif, maju, dan sejahtera,” ucapnya.

Festival Imlek Jakarta 2026 menjadi salah satu agenda budaya awal tahun yang diharapkan dapat memperkuat citra Jakarta sebagai kota multikultural.

Dengan dukungan pemerintah daerah dan partisipasi aktif masyarakat, perayaan ini diharapkan tidak hanya menjadi tontonan, tetapi juga ruang perjumpaan yang mempererat persaudaraan antarwarga.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.