TRIBUN-SULBAR.COM, POLMAN - Kasus keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) program Presiden Prabowo terus bertambah di Sulawesi Barat.
Kasus terbaru terjadi di Kabupaten Polman.
Sebanyak 15 pelajar menjadi korban keracunan.
Sebelumnya, 61 orang terdiri dari balita, siswa, guru/staf, dan ibu hamil juga menjadi korban MBG.
Sementara data Dinkes Sulbar, hingga Januari 2026 tercatat 113 korban keracunan MBG di Sulbar dengan tiga kali penetapan status kejadian luar biasa (KLB).
Baca juga: Dinkes Polman Kirim Sampel Susu dan Bubur Kacang Ijo MBG ke BPOM Mamuju, Sebabkan 15 Siswa Keracunan
Baca juga: BREAKING NEWS : 15 Siswa di Polman Diduga Keracunan Usai Santap MBG
Kini, 15 pelajar di SDN 010 Paku, Kabupaten Polewali Mandar, dilarikan ke Puskesmas Binuang untuk mendapatkan perawatan medis.
Dari data yang diperoleh Tribun-Sulbar.com, sebelum 15 pelajar keracunan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur menyajikan beberapa makanan.
Mulai dari makanan kering seperti roti, bubur kacang hijau, ampla, dan yogurt.
Hasil pemeriksaan medis sementara, diduga yang menyebabkan 15 pelajar keracunan yakni susu dan bubur kacang hijau.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Polewali Mandar (Polman), Sulawesi Barat (Sulbar), mengambil sampel makanan yang menyebabkan 15 siswa keracunan, Sabtu (14/2/2026).
Sampel makanan itu berupa susu dan bubur kacang hijau, menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disalurkan ke sekolah.
Guru SDN 010 Paku, Murni, menjelaskan ada 20 siswa kelas enam yang serentak makan MBG.
Sementara beberapa kelas lain belum mengonsumsi.
Saat muncul gejala, konsumsi langsung dihentikan.
Murni menyebut setelah siswa mengonsumsi MBG, mereka tiba-tiba mengalami pusing, mual, dan lemas.
"Ada juga yang bolak-balik masuk kamar mandi, jadi yang lemas itu ada 12 kita larikan ke Puskesmas," ungkapnya.
Disebutkan ada beberapa kelas di SDN 010 Paku belum sempat mengonsumsi menu MBG pada hari ini.
Sebanyak 15 siswa dari SDN 010 Paku mengalami gejala keracunan dan harus dievakuasi ke Puskesmas Binuang.
Adapun gejala yang dialami siswa yakni pusing, mual, dan muntah. Empat siswa harus diinfus karena lemas.
Petugas kesehatan dari Dinkes Polman telah mengambil sampel berupa susu dan bubur kacang hijau.
"Sampel itu rencananya akan dikirim ke BPOM di Mamuju untuk diteliti kandungannya," kata Kepala Puskesmas Binuang, Abdul Aziz, kepada wartawan.
Ia mengaku telah mendatangi SDN 010 Paku bersama petugas kesehatan dari Dinkes Polman.
Petugas mengambil sampel susu dan bubur kacang hijau dalam ompreng, lalu dikemas untuk dibawa ke laboratorium.
Hasil pemeriksaan laboratorium, kata Abdul Aziz, nantinya dapat dijadikan dasar kesimpulan penyebab keracunan 15 siswa.
Pantauan Tribun-Sulbar.com, sejumlah siswa mendapat penanganan medis infus di UGD Puskesmas Binuang.
Para siswa ini berasal dari SDN 010 Paku, Kecamatan Binuang, yang sempat mengalami gejala keracunan.
Gejala muncul setelah para siswa mengonsumsi Makan Bergizi Gratis (MBG) yang didistribusikan dalam ompreng ke sekolah-sekolah.
"Ada 15 siswa yang alami gejala keracunan dan kita larikan ke Puskesmas segera," kata guru SDN 010 Paku, Murni, kepada wartawan.(*)