Daftar Kejanggalan Ijazah Rismon Sianipar dari Jepang Dibeber Peneliti dan Pakar Sebelum Dipolisikan
Musahadah February 14, 2026 04:32 PM

Kejanggalan-kejanggalan ijazah S2 dan S3 Rismon Sianipar dari Yamaguchi University Jepang diungkap peneliti dan pakar digital forensik. 

Peneliti Rony Teguh dan Pakar Digital Forensik Josua Sinambela mengungkap kejanggalan itu setelah melihat Rismon menampilkan ijazahnya di media sosial. 

Kejanggalan-kejanggalan itu lah yang menjadi dasar elemen pendukung Presiden ke-7 RI, Joko Widodo (Jokowi) melaporkan Rismon Sianipar ke Polda Metro Jaya. 

“Kami melaporkan saudara Rismon Hasiholan Sianipar mengenai ijazah yang diduga palsu, ijazah S2 dan S3 Yamaguchi,” kata Ketua Jokowi Mania, Andi Azwan, yang ikut mendampingi, kepada wartawan, Jumat.

Andi mengatakan, mereka telah berkali-kali melaporkan hal ini, tetapi selalu berakhir menjadi konsultasi.

Mereka bersyukur pelaporan yang dilengkapi dengan dokumen konfirmasi langsung ke Universitas Yamaguchi akhirnya diterima.

Laporan kali ini teregistrasi dalam nomor LP/B/1210//2026/SPKT/POLDA METRO JAYA tertanggal 13 Februari 2026.

Dalam laporan terbaru, Rismon dilaporkan dengan Pasal 391, 392 juncto 272 KUHP Baru terkait penggunaan ijazah dan gelar akademik palsu, serta Pasal 69 ayat (1) Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Terpisah, Rismon menanggapi laporan ini dengan santai.

Ia mempersilakan para pendukung Jokowi melaporkannya dan berjanji akan mengikuti semua prosedur hukum yang berlaku.

“Saya menghargai hak hukum mereka. Saya akan ladeni. Tapi ada konsekuensi, akan saya laporkan balik kalau tidak terbukti,” kata Rismon ditemui terpisah.

Kejanggalan Menurut Peneliti Alumnus Jepang

IJAZAH RISMON - (kiri) Rony Teguh, Peneliti Sistem Informasi dari Hokaido Jepang, yang menuding ijazah Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar (kanan), palsu
IJAZAH RISMON - (kiri) Rony Teguh, Peneliti Sistem Informasi dari Hokaido Jepang, yang menuding ijazah Ahli Digital Forensik, Rismon Sianipar (kanan), palsu (Kolase Youtube)

Berikut kejanggalan-kejanggalan yang diungkapkan Peneliti Sistem Informasi dari Hokaido Jepang, Rony Teguh: 

  1. Tesis tak ditemukan

langsung mengecek adanya tesis Rismon di Yamaguchi University. 

Dan hasilnya, tidak ditemukan di Yamaguchi University.

"Saya juga melihat ini ada kecurigaan, bukan hanya curiga tapi sudah dipastikan 100 persen. Saya cek ke Yamadai, Yamaguchi Daigaku universitas di Yamaguchi. Saya tulis dalam bahasa Jepang bahwa yang bersangkutan tesis dengan master yang tertulis di CV itu tidak ada," kata Rony dikutip surya.co.id di tayangan youtube Analis Forensik Digital - DFTalk. 

Menurutnya sistem di Jepang akan memeriksa ke semua jaringan.

"Di Jepang itu sewaktu dia menerima informasi dia mengevaluasinya bertingkat. Dia cek ke fakultas bahkan departemen jurusannya, dan itu tidak ditemukan sama sekali," kata Rony Teguh.

Rony hanya menemukan prosiding milik Rismon Sianipar yang ditulis tahun 2006.

"Orang ini atau penuduh ini memiliki hanya satu prosiding. Prodising itu tingkat kasta terendah dalam sebuah penelitian karena dia hanya menampilkan data baru yang belum bisa dijadikan paper utama," jelasnya.

Selain itu Rismon Sianipar juga menjadi penulis nomor empat dalam paper.

"Biasanya penulis ke 4 itu penulis pembantu. Hanya bantu, kadang ngedit, yang menjadi penulis utama The First Outers itu penulis utamanya. dia bekerja dari analisis, menulis, memverifikasi sampai disodorkan ke profesornya," katanya.

2. Ijazahnya dinilai aneh 

Rony tertawa ketika membahas ijazah Rismon yang diklaim berasal dari Yamaguchi Jepang.

"Ijazahnya ini," kata Rony sambil tertawa.

Dia menerangkan ijazah Jepang dikeluarkan dalam dua bahasa, Kanji dan Bahasa Inggris.

"Jadi kalau ngedit yang Bahasa Inggrisnya aja yang nipu-nipu lah. Tapi kalau kanjinya punya presisi dan otentikasi sangat sulit dilakukan modifikasi dan mereka punya standar untuk pengecekan," katanya.

Rismon Sianipar memang sudah menunjukan ijazah Jepang lewat live di kanal Youtube Balige Academy.

Saat itu dia mengklaim ijazah miliknya asli karena dicap basah.

"Dicap basah katanya kemarin, cuma kertasnya warna putih. Kertas di Yamaguchi itu warna kuning," katanya.

Rismon juga sempat menunjukan transkrip nilai yang ia peroleh.

 "Transkrip yang asli untuk seluruh unversitas itu biasanya ada kolomnya. Ada nama, tempat tanggal lahir, nomor mahasiswanya, ada sabujek kornya yang diambil. Sebelahnya tahun yang diambil, di sebelahnya ada nilainya. Baru dicap di bawah," katanya.

Sedangkan milik Rismon, Rony merasa aneh.

"Nah yang kemarin itu agak aneh sedikit saya melihat karena tidak sama dengan transkrip nilai biasa kami gunakan. Nah itu yang tahun dulu juga sama formatnya," katanya.

Kejanggalan Menurut Josua Sinambela

SALING KLAIM - Pakar digital forensik Josua Sinambela (kiri) mengklaim dokumen skripsi Jokowi yang dipakai Rismon Sianipar (kanan) untuk meneliti ternyata miliknya. Ini profil keduanya.
SALING KLAIM - Pakar digital forensik Josua Sinambela (kiri) mengklaim dokumen skripsi Jokowi yang dipakai Rismon Sianipar (kanan) untuk meneliti ternyata miliknya. Ini profil keduanya. (kolase Unnes TV/TVOne)

Pakar digital forensik Josua Sinambela ikut mengurai kejanggalan-kejanggalan dari ijazah Rismon Sianipar. 

Ditegaskan Josua, ijazah yang ditunjukkan Rismon Sianipar sangat berbeda jauh dengan banyak ijazah dari alumnus  Yamaguchi University yang dia teliti, bahkan dari fakultas yang sama. 

Josua bahkan menyebut tidak perlu pakar digital forensik untuk bisa mencari kejanggalan ijazah Rismon.

"Anak SD pun bisa membandingkan," ujar Josua dikutip dari tayangan youtube Analis Forensik Digital - DFTalk pada Rabu (4/6/2025).

Berikut kejanggalan-kejaggalan ijazah Rismon seperti diurai Josua Sinambela:

  1. Warna    

Josua membandingkan ijazah S2 yang ditunjukkan Rismon di media dengan ijazah asli alumnus Yamaguchi.

Terlihat ijazah RIsmon kertasnya berwarna putih, sementara ijazah asli Yamaguchi warna kertasnya kuning. 

"Apakah ini (ijazah Rismon) copyan yang diprint. Silakan saja. Tapi warnanya terlihat berbeda," terang Josua. 

2. Stempel

Dikatakan Josua, ijazah yang ditunjukkan Rismon menggunakan huruf kanji dengan hanya ada satu stempel di sebelah kanan. 

Sementara ijazah asli, ada dua stempel di atas kanan dan di bawah. 

"IJazah di Yamaguchi yang Bachelor ada 3 stempel, untuk master dan doktor 2 stempel," katanya. 

3. Ada tanda tangan

Dikatakan Josua ijazah dengan huruf kanji tidak ada tanda tangan, sementara punya RIsmon ada tanda tangannya. 

"Saya pastikan semuanya pakai stamp dan menggunakan kata kanji," katanya.

4. Tak ada bidang ilmunya 

Dikatakan Josua, ijazah dari Yamaguchi University selalu mencantumkan bidang ilmunya di bagian atas.

Sementara ijazah Rismon tidak ada, diganti dengan nomor.

5. Huruf melenceng

Josua menyebut, ijazah dari Yamaguchi huruf-hurufnya rapi dengan penulisan rata kanan dan kiri. 

Sementara punya RIsmon hurufnya melenceng dan tidak rata kanan dan kiri.

"Saya gak tahu bagaimana ada ijazah seperti itu," kata Josua sambil tertawa.

6. Nama rektor

Josua menyebut kejanggalan yang paling parah dari ijazah ini adalah nama rektornya.

Dikatakan, ijazah Rismon tertulis tanggal 16 Maret 2006, namun diduga dia hanya mengganti tanggal dari ijazah asli. 

"Dia gak tahu tahun henzi. Dibuat sama, tapi yang diganti tanggalnya. Yang pasti ini tahun 2006 dan ini tahun 2006. Dan tahun 2006 bulan Mei Hiroshikato sudah gak jadi rektor, sudah ganti nama rektornya. 

"Ini kesalahakesalahan fatal. KIta gak perlu analisa fisiknya lagi sebenaranya. Ini sesuatu yang ganjil," tegasnya. 

"Saya gak bilang palsu, tapi berbeda banget. Setelah kita konfirmasi memang tidak dikeluarkan. 

"Jadi anda bisa menilai snediri ijazah siapa sbeneranya yang palsu, ijazah sang penuduh atau yang dituduh," pungkasnya. 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.