SURYA.CO.ID, GRESIK - Harapan terpancar dari wajah 36 siswa SMK PGRI 1 Gresik yang berhasil lolos seleksi ketat program Spring School.
Mereka masih duduk di bangku kelas X sudah mendapatkan materi tentang industri.
Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arief Susanto, menegaskan sejak awal tahun para siswa sudah direkrut melalui proses seleksi yang sangat ketat.
“Seleksinya tidak mudah. Mulai dari tinggi badan, tes psikologi, keterampilan, hingga kemampuan akademik. Yang diterima benar-benar siap,” ujar Arief sapaan akrabnya kepada SURYA.co.id, Sabtu (14/2/2026).
Baca juga: Satlantas Polres Gresik Ramp Check Bus Pariwisata di Parkiran Makam Sunan Giri
Banyak di antaranya langsung terserap ke dunia industri.
Program Spring School dirancang dengan sistem dobel pendidikan, akademik dan keterampilan industri.
Para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami budaya kerja industri sejak dini.
Skema ini membuat lulusan memiliki pengalaman kerja sebelum resmi lulus sekolah.
Direktur PT Indospring, Bob Budiono, menjelaskan, kelas industri Spring School telah berjalan sejak belasan tahun lalu.
Tahun ini, perdana Spring School, fokus utamanya adalah pembinaan robotik dan mekatronik, terutama bagi siswa kelas X.
"Robotik penggunaan untuk menggerakkan, menyeting, penggunaan robot untuk automasi, manusia kita butuhkan untuk operator robotik programmingnya," jelasnya.
Menurutnya, pembinaan sejak kelas X membuat siswa lebih siap menghadapi perkembangan teknologi industri yang semakin cepat.
Bagi M. Fajar Maulana Zairullah, seorang siswa kelas X yang lolos seleksi, program ini bukan sekadar kelas industri. Ini adalah kesempatan membanggakan keluarga.
“Tidak semua bisa masuk. Saya ingin membanggakan ibu, apalagi setelah ayah sudah tidak ada,” ucapnya lirih namun penuh semangat.
Menurutnya, program ini juga membantu meringankan beban orang tua karena SPP dan uang gedungnya gratis.