Puluhan Siswa Gresik Antusias Ikuti Spring School, Ditempa Jadi Operator Robotik Industri
Titis Jati Permata February 14, 2026 04:32 PM

 

SURYA.CO.ID, GRESIK - Harapan terpancar dari wajah 36 siswa SMK PGRI 1 Gresik yang berhasil lolos seleksi ketat program Spring School.

Mereka masih duduk di bangku kelas X sudah mendapatkan materi tentang industri.

  • Spring School merupajan kolaborasi sekolah SMK PGRI 1 Gresik, dengan PT Indospring.
  • Program kelas industri ini bukan sekadar pembelajaran tambahan, tetapi menjadi jalan menuju dunia kerja berbasis robotik dan automasi.

Direkrut dengan Proses Seleksi Ketat


Kepala SMK PGRI 1 Gresik, Arief Susanto, menegaskan sejak awal tahun para siswa sudah direkrut melalui proses seleksi yang sangat ketat.

“Seleksinya tidak mudah. Mulai dari tinggi badan, tes psikologi, keterampilan, hingga kemampuan akademik. Yang diterima benar-benar siap,” ujar Arief sapaan akrabnya kepada SURYA.co.id, Sabtu (14/2/2026).

Baca juga: Satlantas Polres Gresik Ramp Check Bus Pariwisata di Parkiran Makam Sunan Giri

Banyak di antaranya langsung terserap ke dunia industri. 

Program Spring School dirancang dengan sistem dobel pendidikan, akademik dan keterampilan industri. 

Tak Hanya Belajar Teori di Kelas

Para siswa tidak hanya belajar teori di kelas, tetapi juga memahami budaya kerja industri sejak dini.

  • Fasilitas praktik tersedia dua unit robotik dan perangkat mekatronik sebagai sarana pembelajaran. 
  • Dalam waktu dekat, tiga unit robotik tambahan akan didatangkan untuk menunjang pelatihan otomatisasi.
  • Para guru SMK mendapat pelatihan langsung dari PT Indospring, sementara siswa menjalani magang di perusahaan tersebut.

Skema ini membuat lulusan memiliki pengalaman kerja sebelum resmi lulus sekolah.

Telah Berjalan Belasan Tahun


Direktur PT Indospring, Bob Budiono, menjelaskan, kelas industri Spring School telah berjalan sejak belasan tahun lalu.

Tahun ini, perdana Spring School, fokus utamanya adalah pembinaan robotik dan mekatronik, terutama bagi siswa kelas X.

"Robotik penggunaan untuk menggerakkan, menyeting, penggunaan robot untuk automasi, manusia kita butuhkan untuk operator robotik programmingnya," jelasnya.

Menurutnya, pembinaan sejak kelas X membuat siswa lebih siap menghadapi perkembangan teknologi industri yang semakin cepat.

Membanggakan Orangtua


Bagi M. Fajar Maulana Zairullah, seorang siswa kelas X yang lolos seleksi, program ini bukan sekadar kelas industri. Ini adalah kesempatan membanggakan keluarga.

“Tidak semua bisa masuk. Saya ingin membanggakan ibu, apalagi setelah ayah sudah tidak ada,” ucapnya lirih namun penuh semangat.

Menurutnya, program ini juga membantu meringankan beban orang tua karena SPP dan uang gedungnya gratis.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.