SURYA.co.id, SURABAYA - Universitas Muhammadiyah Surabaya (Umsura) meresmikan sejumlah fasilitas publik berorientasi lingkungan sehat sekaligus penguatan konsep kampus hijau dalam pembukaan Milad ke-42 di Auditorium Lantai 13 At-Tauhid Tower, Sabtu (14/2/2026).
Rektor UMSURA, Mundakir, menyampaikan milad ke-42 bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum penting dalam memperkuat visi kampus berkelanjutan yang berdampak luas bagi masyarakat.
“Milad ke-42 ini menjadi momentum untuk menghadirkan fasilitas yang tidak hanya menunjang akademik, tetapi juga memperkuat ekosistem kampus yang sehat dan ramah lingkungan,” ujarnya saat ditemui SURYA.co.id, Sabtu (14/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, UMSURA memperkenalkan Harmony Building setinggi 18 lantai yang menjadi ikon baru kampus sekaligus kado Milad ke-42.
Baca juga: Bek Persebaya Surabaya Mikael Tata Resmi Kuliah di Umsura, Dapat Beasiswa Atlet
Gedung tersebut dirancang sebagai pusat aktivitas akademik dan pengembangan inovasi dengan konsep ramah lingkungan.
Selain itu, dilakukan pula ground breaking pembangunan Harmony Building sebagai simbol pengembangan infrastruktur kampus berkelanjutan.
"Kami juga menghadirkan Kantin Sehat Umsura (Eco Campus) yang menyediakan makanan bergizi dan higienis guna mendukung pola hidup sehat sivitas akademika,"urainya.
Di bidang layanan kesehatan, kampus ini meresmikan Klinik Rawat Inap Pratama sebagai upaya penguatan fasilitas kesehatan di lingkungan kampus.
"Sebagai bentuk komitmen terhadap pengurangan emisi karbon dan percepatan pemanfaatan energi terbarukan, kami turut meresmikan layanan Stasiun Pengisian Motor Listrik (SPKL) di berbagai titik kampus,"lanjutnya.
Fasilitas charging kendaraan listrik tersebut menggunakan sistem panel surya sebagai sumber energi utama untuk memenuhi kebutuhan listrik harian.
Mundakir menjelaskan fasilitas charging kendaraan listrik ini dapat dimanfaatkan mahasiswa serta seluruh sivitas akademika dan akan terus dikembangkan ke depan.
“Ke depan, pengembangan SPKL diharapkan terus dilakukan, termasuk melalui inovasi mahasiswa, agar mampu menjawab meningkatnya kebutuhan kendaraan listrik, baik motor maupun mobil,” jelasnya.
Pengembang inovasi SPKL, Pardono, memaparkan bahwa instalasi tersebut menggunakan 10 panel surya dengan kapasitas masing-masing 550 Watt Peak (WP).
Pada kondisi maksimal di siang hari, sistem mampu menghasilkan daya hingga sekitar 4.000 watt.
“Rangkaian panel disusun seri-paralel dan terhubung dengan inverter yang mendukung sistem on-grid maupun off-grid, dengan skema operasional saat ini menggunakan mode off-grid karena pertimbangan perizinan dan aspek teknis lainnya,” ujarnya.
Ia menjelaskan untuk operasional malam hari, sistem secara otomatis beralih dari suplai panel surya ke baterai lithium berkapasitas 48 Volt 100 Ampere yang telah dilengkapi Battery Management System (BMS).
"Daya maksimal yang dapat disuplai pada malam hari mencapai sekitar 2.500 watt dan masih dapat ditingkatkan hingga di atas 8.000 watt dengan penambahan panel surya baru,"ujarnya.
Lebih lanjut, Pardono menyebut satu unit motor listrik standar berkapasitas sekitar 500 watt memerlukan waktu pengisian kurang lebih tiga jam hingga penuh dari kondisi daya rendah.
“Dalam pemakaian normal untuk jarak dekat, kapasitas tersebut dapat digunakan sekitar dua jam operasional,” katanya.
Pengembangan instalasi SPKL berbasis panel surya ini merupakan hasil perakitan tim dosen dengan dukungan hibah peralatan, sementara proses pendaftaran hak kekayaan intelektual (HAKI) masih berlangsung.