Sosok Daryono, Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Pensiun Dini, Perjalanan Pendidikan Disorot
Nafis Abdulhakim February 14, 2026 05:06 PM

TRIBUNTRENDS.COM - Sosok Daryono, yang selama ini dikenal luas sebagai Direktur Gempa Bumi dan Tsunami di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), resmi mengakhiri masa jabatannya.

Ia menyatakan telah mengundurkan diri sekaligus mengajukan pensiun dini dari institusi tempatnya mengabdi.

Keputusan tersebut diambil Daryono karena kondisi kesehatan yang tengah dialaminya.

Baca juga: 5 Fakta Gempa Jogja Hari Ini: Magnitudo 4,4 Berpusat di Bantul, Ada 14 Gempa Susulan!

Ia diketahui menderita penyakit mata berupa distrofi kornea, sebuah kelainan genetik langka yang ditandai dengan penumpukan zat abnormal pada kornea mata.

Kondisi ini dapat memicu gangguan penglihatan, seperti pandangan kabur hingga meningkatnya sensitivitas terhadap cahaya.

“Melalui pesan ini, saya ingin menyampaikan bahwa saya telah mengajukan pengunduran diri dari jabatan Direktur Gempabumi dan Tsunami, sekaligus mengajukan pensiun dini dari BMKG,” ujarnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini masih menjalani proses perawatan medis sehingga harus mengambil cuti dinas sebelum resmi pensiun.

DAMPAK GEMPA PACITAN - Sebuah rumah di Desa Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan rusak akibat gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah.
DAMPAK GEMPA PACITAN - Sebuah rumah di Desa Ploso, Kecamatan Pacitan, Kabupaten Pacitan, Jawa Timur dilaporkan rusak akibat gempa yang terjadi pada Jumat (6/2/2026) pukul 01.06 WIB. Gempa ini dirasakan di sejumlah wilayah Jawa Timur, DIY, dan Jawa Tengah. (Tribunnews.com/HO/IST)

“Saya saat ini sedang sakit mata yang disebut distrofi kornea dan sedang dalam perawatan dan penanganan sehingga cuti dinas, kemudian lanjut pensiun dini. Hingga 1 Mei saya masih berstatus pegawai BMKG,” kata Daryono dalam keterangan resminya, Jumat (13/2/2026) malam.

Meski tak lagi menduduki jabatan struktural di BMKG, Daryono menegaskan komitmennya untuk tetap aktif memberikan edukasi kepada masyarakat terkait isu kegempaan dan kebencanaan.

Lebih lanjut, Daryono menyatakan dirinya akan tetap terbuka untuk berbagi ilmu pengetahuan dan menjadi narasumber apabila dibutuhkan oleh masyarakat.

“Saya akan tetap terbuka untuk berbagi pengetahuan, memberikan penjelasan ilmiah, serta menjadi narasumber sabagai pemerhati Gempabumi dan Tsunami, apabila diperlukan,” katanya.

Ia pun menutup pernyataannya dengan menegaskan keseriusannya untuk terus berkontribusi sebagai ahli dan pendidik publik di bidang kebencanaan.

“Saya akan tetap konsisten berkontribusi sebagai ahli dan edukator publik di bidang kebencanaan, dengan tetap menjunjung tinggi objektivitas ilmiah, integritas, dan kepentingan keselamatan masyarakat,” ujarnya.

Sosok Daryono

Daryono lahir di Semarang, Jawa Tengah pada 21 Februari 1971.

Berdasarkan penelusuran Tribunnews, ia merupakan lulusan D3 Geofisika Akademi Meteorologi dan Geofisika (AMG) Jakarta pada 1993.

Lalu, ia melanjutkan studi S1 Geofisika di Universitas Gadjah Mada (UGM), Yogyakarta.

Tak sampai di situ, Daryono menempuh pendidikan S2 di Universitas Udayana (UNUD), Denpasar.

Ia berhasil meraih gelar Doktor Ilmu Geografi dari UGM pada 2006.

Daryono memulai kariernya dengan bergabung ke Bumi dan Tsunami Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Pada saat itu, ia bertugas sebagai staf teknis di Balai BMKG Wilayah III Denpasar, Bali.

Pria berusia 55 tahun itu tercatat pernah menjadi Kepala Subbagian Administrasi Akademik dan Ketarunaan di di Sekolah Tinggi Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (STMKG).

Ia juga sempat menduduki posisi sebagai Kepala Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami. Sejak menjabat jabatan tersebut, nama Daryono mulai dikenal luas oleh masyarakat.

Setelah itu, ia didapuk sebagai Kepala Bidang Informasi Gempa Bumi dan Peringatan Dini Tsunami.

Barulah di tahun 2022, Daryono dipercaya menjadi Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG.

Selain menjalankan tugas di BMKG, Daryono juga aktif sebagai peneliti dengan lebih dari 80 publikasi ilmiah di tingkat nasional maupun internasional sejak tahun 2005.

Ia juga pernah menjadi Vice President Himpunan Ahli Geofisika Indonesia (HAGI) Divisi Mitigasi Bencana Kebumian pada tahun 2017.

Dikutip dari hagi.or.id, Daryono sempat menjadi Pengurus Pusat HAGI untuk periode 2022-2024.

(TribunTrends.com/Tribunnews.com)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.