Valentine identik dengan hadiah cokelat yang diberikan kepada orang tersayang. Namun tahukah kamu kalau ada kisah menarik di balik kotak cokelat bentuk hati yang begitu identik dengan Valentine.
Kotak cokelat berbentuk hati yang biasa kita lihat di rak toko menjelang Hari Valentine ternyata memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik. Hadiah yang tampak manis ini bukan sekadar camilan, melainkan hasil kombinasi kreativitas pemasaran dan perubahan budaya romantis yang terjadi selama berabad-abad.
Dilansir dari (10/2), hubungan antara cokelat dan Hari Valentine berakar dari abad ke-19. Sejak saat itu, tradisi merayakan Valentine mulai berkembang pesat di Inggris dan Amerika. Richard Cadbury, pewaris perusahaan cokelat Cadbury yang berasal dari Inggris, memainkan peran penting dalam menyatukan dua hal ini.
Pada tahun 1868, pertama kalinya ia menciptakan kotak cokelat berbentuk hati yang secara khusus dipasarkan untuk Valentine's Day. Ide itu lahir dari keinginannya memanfaatkan kelebihan lemak kakao (cocoa butter) dalam produksi cokelat, sekaligus menciptakan produk yang lebih menarik secara emosional bagi konsumen. Kotak ini bukan sekadar tempat menyimpan cokelat.
Cadbury merancangnya sedemikian rupa sehingga ornamen seperti Cupid, mawar, dan gambar romantis menghiasi permukaan luarnya. Bukan hanya itu, kotak tersebut juga dapat dipakai ulang setelah isinya habis. Biasanya, bekas cokelat tersebut digunakan untuk menyimpan surat cinta, kuncir rambut, atau kenang-kenangan lain yang memiliki nilai emosional.
Konsep ini membuat kotak tersebut menjadi simbol cinta, dibanding sekadar kemasan makanan. Tradisi tersebut kemudian menyebar ke Amerika Serikat dan menjadi bagian penting dari budaya Valentine di sana. Produsen cokelat Amerika mulai mengadopsi ide tersebut dan mengembangkan variasi kotak dan isi cokelatnya.
Pada awal abad ke-20, produk seperti Hershey's Kisses juga lahir, memperluas hubungan antara cokelat dan perayaan kasih sayang. Kini, kotak cokelat berbentuk hati menjadi salah satu hadiah paling ikonik untuk Hari Valentine. Hadiah tersebut kemudian dibeli oleh jutaan orang setiap tahunnya untuk mengekspresikan perasaan pada orang yang mereka sayangi.







