Ini Jalur 'Momotoran' Dedi Mulyadi, Inspeksi Aspal dan Tata Ruang, dari Subang sampai Pangandaran
Seli Andina Miranti February 14, 2026 05:40 PM

Laporan Adim Mubaroq 

TRIBUNJABAR.ID MAJALENGKA - Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi direncanakan akan melanjutkan agenda pengecekan kualitas jalan provinsi ke sejumlah wilayah selatan Jawa Barat setelah menuntaskan rute hingga Pangandaran. 

Peninjauan lanjutan dijadwalkan berlangsung pada Minggu (15/2/2026).

Hal tersebut disampaikan Dedi Mulyadi saat rehat perjalanan di Kabupaten Majalengka, Sabtu (14/2/2026), di sela kegiatan peninjauan jalan lintas provinsi yang ditempuh dengan mengendarai sepeda motor.

Baca juga: Dedi Mulyadi Pakai Motor Lintasi Majalengka demi Cek Jalan Provinsi, Hujan Deras Diterabas

“Sekarang jalurnya Subang, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Ciamis, Banjar, Pangandaran. Besok Pangandaran, Tasikmalaya, Garut, Cianjur,” kata Dedi, Sabtu (14/2/2026). 

Hari ini, pengecekkan dilakukan dari Subang, Indramayu, Sumedang, Majalengka, Ciamis, Banjar hingga Pangandaran. 

Menurut Dedi, agenda tersebut merupakan bagian dari evaluasi hasil pembangunan infrastruktur jalan Provinsi Jawa Barat selama satu tahun terakhir masa kepemimpinannya. 

Melalui pengecekan langsung di lapangan, Dedi Mulyadi ingin memastikan kualitas konstruksi jalan, kebersihan lingkungan, serta penataan ruang di sepanjang jalur utama antarwilayah.

Dalam peninjauan di Majalengka, Dedi didampingi Bupati Majalengka Eman Suherman, Kapolres Majalengka Rita Suwadi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat Purwanto, serta jajaran pejabat Pemprov Jabar dan Pemkab Majalengka.

Akan Cek Perilaku Pengguna Jalan

Dedi menegaskan, pengecekan jalan tidak hanya menilai kondisi aspal, tetapi juga perilaku pengguna jalan dan aktivitas di sekitarnya. 

Ia masih menemukan angkutan material dengan muatan berlebih yang parkir di bahu jalan, yang dinilai berpotensi merusak infrastruktur.

Baca juga: Respons Dedi Mulyadi Prihatin ke Pemotor yang Kecelakaan Digunting Moge hingga Patah Kaki di Cianjur

“Yang dibangun harus dirawat dan dijaga. Kalau angkutan tanah bertonase tinggi parkir di pinggir jalan, kualitas jalan akan cepat rusak,” tegasnya.

Menurut Dedi, kualitas jalan mencerminkan tingkat peradaban masyarakat. Karena itu, ia meminta seluruh pihak, baik pemerintah daerah maupun masyarakat, turut menjaga hasil pembangunan.

“Peradaban itu dimulai dari jalan. Kalau jalannya sudah beradab, masyarakatnya juga akan beradab,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.