TRIBUNMATARAMAN.COM, KEDIRI - Pemerintah Kabupaten Kediri memastikan ketersediaan LPG, khususnya tabung 3 kilogram dalam kondisi aman, sepekan menjelang bulan Ramadan.
Kebutuhan energi rumah tangga tersebut menjadi salah satu perhatian utama selain bahan pokok dan kebutuhan penting lainnya.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) Kabupaten Kediri, Tutik Purwaningsih mengatakan pihaknya terus melakukan pemantauan intensif guna mengantisipasi lonjakan permintaan menjelang puasa dan Hari Raya Idulfitri.
"Menjadi kebutuhan yang meningkat, selain kebutuhan pangan, bapok, kebutuhan penting lain yang menjadi perhatian kami adalah LPG khususnya yang 3 kilo, ini juga menjadi perhatian," ucap Tutik, Sabtu (14/2/2026).
Tutik menjelaskan, pengawasan dilakukan secara kolaboratif bersama aparat penegak hukum dan tim pengawas distribusi.
"Kami tentunya kolaborasi dengan teman-teman fores dan juga tim Satgas Saber maupun Satgas Pangan terus memantau," tambahnya.
Selain pengawasan di lapangan, koordinasi juga dilakukan dengan Hiswana Migas (Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas Bumi) serta Pertamina untuk mengevaluasi kebutuhan dan distribusi menjelang Ramadan.
Tutik menyebutkan, pertemuan lanjutan dijadwalkan guna memastikan pasokan tetap stabil.
"Kemarin siang kami ada pertemuan dengan teman-teman Hiswana, kami sudah koordinasi kaitannya mengevaluasi kebutuhan menjelang puasa dan hari raya," jelasnya.
Baca juga: BREAKING NEWS SMKN 2 Ponorogo Dibobol Maling, Uang Rp 66 Juta Hilang
Berdasarkan data serapan tahun 2025, distribusi LPG 3 kilogram di Kabupaten Kediri berjalan lancar tanpa kendala berarti.
Total kuota yang terserap mencapai sekitar 157 ribu metrik ton dan dinilai mampu memenuhi kebutuhan masyarakat.
"Kalau melihat kebutuhan maupun serapan yang tahun kemarin, kabupaten tidak ada masalah. Kurang lebih 157 sekian ribu itu terserap kemarin untuk 2025," ungkap Tutik.
Untuk tahun 2026, kuota LPG 3 kilogram di Kabupaten Kediri dipastikan masih sama dengan tahun sebelumnya.
"Kuota 2026 hampir sama dengan 2025, 157 sekian metric ton, masih sama. Kemarin 99 persen terserapnya untuk wilayah kabupaten," ungkapnya.
Meski demikian, pemerintah daerah tetap membuka peluang pengajuan tambahan realokasi jika diperlukan.
"Kalau misalkan Pemkab memang mengusulkan untuk penambahan realokasi yang nanti untuk bahan kami diskusi, itu akan difasilitasi oleh Pertamina," katanya.
Langkah tersebut diambil sebagai bentuk antisipasi apabila terjadi peningkatan konsumsi signifikan selama Ramadan hingga Lebaran.
Pemerintah berharap tidak terjadi kelangkaan, terutama bagi masyarakat pengguna LPG subsidi 3 kilogram.
"Harapannya tujuannya untuk kebutuhan Ramadan sampai dengan itu tidak ada kelangkaan khususnya untuk pengguna yang 3 kilo," tegas Tutik.
Sementara untuk LPG nonsubsidi seperti tabung 5 kilogram dan 12 kilogram, ia memastikan stok dalam kondisi aman karena pasokan dari Pertamina mencukupi.
"Kalau untuk yang 5 kilo, 12 kilo insya Allah tidak ada masalah karena stok dari Pertamina juga ada," tandasnya.
(Isya Anshori/TribunMataraman.com)
Editor : Sri Wahyunik