Tahun 2025 Data BPS Menunjukan IPM Malinau Meningkat Jadi 75,2, Begini Penjelasannnya
Junisah February 14, 2026 07:28 PM

‎TRIBUNKALTARA.COM, MALINAU- Kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kabupaten Malinau Kalimantan Utara menunjukkan tren positif berdasarkan catatan terbaru Badan Pusat Statistik (BPS) Malinau.

Berdasarkan data BPS Malinau ‎Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Bumi Intimung kini berada di angka 75,21 untuk tahun 2025.

‎Capaian ini mengukuhkan posisi Kabupaten Malinau sebagai daerah dengan kualitas manusia tertinggi kedua di Kalimantan Utara setelah Tarakan.

‎Peningkatan signifikan ini didorong oleh angka Harapan Lama Sekolah (HLS) yang kini menyentuh 13,58 tahun.

Baca juga: IPM Kabupaten Tana Tidung Kaltara 2024 Naik Jadi 71,43, BPS Sebut Kualitas Hidup Warga Meningkat

Kepala BPS Malinau, Yanuar Dwi Cristyawan mengatakan, secara teknis angka tersebut menggambarkan proyeksi pendidikan anak-anak di Kabupaten Malinau saat ini.

‎"Artinya anak-anak yang mulai sekolah tahun ini diproyeksikan tidak lagi berhenti di SMA, tapi berpeluang besar lanjut ke jenjang Diploma atau kuliah," ujarnya saat dikonfirmasi TribunKaltara.com.

‎Kondisi ini menunjukkan adanya ekspektasi pendidikan yang jauh lebih tinggi dibandingkan generasi sebelumnya.

‎Sebab, rata-rata lama sekolah penduduk dewasa usia 25 tahun ke atas di Malinau saat ini masih berada di angka 9,64 tahun.

‎"Kalau penduduk dewasa kita rata-rata setara kelas 1 SMA, sementara generasi baru targetnya sudah ke perguruan tinggi," kata Yanuar.

Baca juga: Dari 71,56 ke 74,53, IPM Bulungan Catat Kemajuan Sejak 5 Tahun Terakhir

‎Terdapat selisih hampir empat tahun dalam durasi sekolah, yang menandakan lonjakan standar pendidikan di tengah masyarakat..

‎Selain faktor kesadaran pendidikan, penguatan kapasitas ekonomi warga turut menjadi motor penggerak tren positif ini.

‎Data BPS Malinau menunjukkan pengeluaran riil per kapita masyarakat naik menjadi Rp11,44 juta per tahun dari sebelumnya Rp11,19 juta.

‎Kenaikan daya beli ini dinilai menjadi pondasi penting bagi orang tua di Malinau untuk membiayai masa studi anak yang lebih panjang.

‎Meskipun mayoritas penduduk dewasa saat ini berada di level pendidikan menengah, jalur menuju pendidikan tinggi kini terbuka lebar bagi generasi penerus.

‎(*)

‎Penulis : Mohammad Supri

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.