Aduan Banjir Lumpur di Sumbang Banyumas, Wagub Jateng Siap Tutup Tambang
Daniel Ari Purnomo February 14, 2026 11:07 PM

TRIBUNBANYUMAS.COM, BANYUMAS - Keluhan warga soal banjir lumpur kembali mencuat dari Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Rasiwen, warga setempat, mengaku resah karena banjir lumpur diduga dipicu aktivitas tambang pasir di Dusun Blembeng, Desa Gandatapa, yang berada di wilayah hulu.

Ia mengatakan, lumpur pekat yang terbawa aliran air telah merusak kolam milik warga. "Ikan-ikan di kolam pada mati semua karena keracunan lumpur pekat. Kami menduga ini akibat adanya penambangan pasir di Dusun Blembeng, Gandatapa," tuturnya dalam acara Gubernur Menyapa di Rumah Rakyat, Kantor Cabang Dinas Pendidikan Wilayah X Banyumas, Sabtu (14/2/2026).

Dampak Lumpur Pekat

Baca juga: Jalan Baturraden Timur Rusak akibat Truk Galian C Gandatapa Banyumas, Warga Desak Tutup Tambang

Rasiwen menjelaskan, posisi geografis Kecamatan Sumbang yang berada di lereng Gunung Slamet membuat warga sangat rentan terhadap bencana. Aktivitas tambang di wilayah hulu dinilai menjadi bom waktu yang dapat memicu banjir bandang maupun tanah longsor.

Ia pun memohon pemerintah segera mengambil langkah konkret dengan mencabut izin tambang demi keselamatan warga. "Permohonan kami satu, hendaknya izin untuk penambangan pasir yang berada di Dusun Blembeng segera dicabut demi ketenangan kami semua," ujarnya.

Desak Cabut Izin

Menanggapi keluhan tersebut, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen menegaskan, pemerintah provinsi siap menurunkan tim meninjau lokasi dan menghentikan sementara kegiatan tambang bila terbukti merusak lingkungan.

"Itu nanti segera kita tinjau dan tangani. Kalau memang terbukti mengganggu, akan kita hentikan sementara sembari berkoordinasi dengan pihak perizinan," kata Taj Yasin. Ia menegaskan, Pemprov Jateng tidak akan berkompromi dengan aktivitas tambang yang membahayakan nyawa warga maupun ekosistem.

Siap Hentikan Tambang

"Saya setuju ditutup kalau ada tambang-tambang yang memang membahayakan. Segera kita datangkan tim ke sana agar aktivitasnya paling tidak berhenti dulu," tegas Taj Yasin.

Pemerintah Provinsi Jawa Tengah berkomitmen untuk mencatat semua aduan masyarakat, termasuk dampak lingkungan yang ditimbulkan oleh aktivitas industri di wilayah hulu, guna memastikan keamanan warga di wilayah lereng. (jti)

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.