Renungan Harian Kristen Mazmur 29: 1-11, Kaulah Segalanya
Alpen Martinus February 15, 2026 12:22 AM

TRIBUNMANADO.CO.ID - Menempatkan Tuhan di urutan nomor satu dalam kehidupan adalah pilihan orang percaya.

Mari kita belajar menjadikan Tuhan nomor satun dalam kehidupan kita.

Berikut renungan harian Kristen berjudul Kaulah segalanya.

Baca juga: Renungan Harian Kristen Mazmur 25: 1-5, Dipermalukan?

Firman Tuhan diambil dalam Mazmur 29: 1-11

Ditulis oleh Rini Djatikoesoemo dalam buku moment of inspiration LPMI.

“TUHAN bersemayam di atas air bah, TUHAN bersemayam sebagai raja untuk selama-lamanya,” (Mazmur 29: 10)

Menara mercusuar tetap berdiri kokoh, meskipun ombak menghantam ribuan kali setiap hari.

Badai menerjang dengan keras bertubi-tubi tidak menggoyahkan mercusuar.

Apalagi Tuhan yang perkasa tetap tegak, kuat meski badai kehidupan mengamuk.

Tuhan Sang penguasa alam semesta.

Perikop di atas diperkirakan oleh para penafsir ditulis saat Daud menyaksikan badai dahsyat dari Laut Tengah, menyapu Libanon, Karmel dan turun ke padang gurun.

Pada pasal 29, kemuliaan dan keperkasaan Tuhan dinyatakan.

Tuhan menguasai alam…, Tuhan adalah Raja yang kekal…. Tuhan adalah Raja atas seluruh ciptaan.

Mari kita renungkan bersama:

Seruan untuk memuliakan Tuhan (ayat 1-2).

Semua makhluk diajak untuk mengakui keagungan Tuhan. 

Menyembah Tuhan sebagai pusat segalanya.

Suara Tuhan dalam badai (ayat 3-9).

Suara-Nya digambarkan “berada di atas air” menggetarkan hutan… melukiskan betapa dahsyatnya kuasa Tuhan.

Kita harus menyembah-Nya penuh hormat.

TUHAN memberikan kekuatan kepada umat-Nya,.. memberkati dengan sejahtera.(ayat 11).

Ayat 10, “TUHAN bersemayam di air bah, TUHAN bersemayam sebagai Raja untuk selama-lamanya.” “Air bah”(Ibr: “mabbul”) hanya muncul 2 kali di PL, di Kejadian 6-9 (air bah zaman Nuh), dan Mazmur 29:10.

Hal itu menunjukan bahwa Tuhan menguasai kekacauan paling dahsyat sekalipun.

Tidak ada bencana besar di luar kendali Tuhan.

Ia bertakhta sebagai Raja yang kekal, berkuasa, dan berdaulat mutlak.

Dalam perspektif PB Paulus memberikan underline “… segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia…. segala sesuatu ada di dalam Dia.” (Kol.1: 16-17).

Pada saat ini semua berubah begitu cepat dan mendasar.

Zaman dan kepemimpinan pun berganti, badai kehidupan bergolak kencang, Di dunia kerja, kuliah, percaturan politik, ekonomi, kesehatan, tekanan mental, relasi, keluarga, cuaca ekstrem, ketidakpastian masa depan dan kehidupan sosial berubah.

Namun bersyukur, kita memiliki Tuhan yang tidak pernah berubah.

Ia setia menopang dan memberkati kita dalam segala situasi dan kondisi.

Tuhan berotoritas penuh atas badai kehidupan dan kekacauan dunia. Ia setia menolong dan memberkati.

Inspirasi: Tuhan adalah segalanya, ia berdaulat penuh atas hidup kita.

Ia sanggup menolong dan menghentikan badai hidup dan memberikan kemenangan ajaib.

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.