Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan, Cukup Sekali di Awal Bulan atau Setiap Hari?
Arie Noer Rachmawati February 14, 2026 11:14 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Puasa Ramadan tidak hanya menahan lapar dan dahaga, tetapi juga harus diawali dengan niat.

Niat menjadi salah satu rukun yang wajib dipenuhi agar ibadah puasa sah di sisi syariat.

Tanpa niat, puasa yang dijalankan bisa dianggap tidak sah.

Menariknya, terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama mengenai waktu dan tata cara membaca niat puasa Ramadan.

Ada yang berpendapat niat cukup dibaca sekali di awal bulan untuk satu bulan penuh, sementara pendapat lain menyebutkan niat perlu diperbarui dan dibaca setiap malam sebelum menjalankan puasa keesokan harinya.

Lantas, kapan sebenarnya niat puasa Ramadan dibaca?

Apakah cukup sekali di awal Ramadan, atau harus setiap malam sebelum fajar?

Berikut penjelasan lengkapnya.

Baca juga: Hukum Belum Bayar Utang Puasa Ramadan Bertahun-tahun, ini Penjelasan MUI

Penjelasan MUI

Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas menyampaikan, ada perbedaan pendapat terkait kapan niat puasa Ramadan dibacakan.

Perbedaan tersebut sesuai mazhab dalam Islam yang diyakini masing-masing individu.

Berdasarkan pendapat mazhab Maliki, niat puasa Ramadan bisa dibacakan hanya sekali untuk satu bulan penuh.

"Dalam mazhab Maliki niat untuk puasa Ramadhan itu cukup dilakukan sekali saja, yaitu di awal puasa,” kata Anwar kepada Kompas.com, Jumat (13/2/2026).

Apabila mengikuti ketentuan mazhab maliki, maka seorang umat Islam tidak perlu memperbarui niat puasa Ramadan setiap harinya.

Bacaan niat untuk sebulan penuh ini juga sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi apabila lupa atau ketiduran.

Sementara itu, tiga mazhab lainnya, Syafi’i, Hambali, dan Hanafi berpandangan niat puasa wajib dibacakan setiap hari atau malam.

Dengan begitu, Anwar menyebutkan mayoritas ulama tetap menganjurkan untuk membaca niat setiap malam.

“Mayoritas ulama tetap menganjurkan untuk membaca niat setiap malam, agar ibadah lebih sempurna dan menghindari keraguan dalam pelaksanaan puasa,” terang dia.

Baca juga: THR 2026 PNS TNI dan Polri, Cair Awal Ramadan? Menkeu Purbaya Angkat Bicara

Waktu Membaca Niat Puasa Ramadan

Adapun niat puasa Ramadan tidak selalu dilakukan saat sahur atau menjelang waktu Subuh. 

Niat puasa bisa dibaca jauh-jauh waktu seperti setelah shalat tarawih.

Meski demikian, Anwar mengungkapkan masyarakat hanya perlu fokus terhadap masing-masing ketentuan yang diyakini.

“Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana karena masalah ini memang masuk ke dalam majalul ikhtilaf yaitu adanya kemungkinan untuk berbeda pendapat," ucap Anwar.

Dengen begitu, dia juga mengingatkan adanya toleransi untuk menyikapi perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ia juga menyampaikan umat Islam yang tidak hafal bacaan niat dalam bahasa Arab, dapat mengucapkannya dalam bahasa Indonesia.

“Tidak (harus pakai bahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia juga bisa,” ujar Anwar.

Baca juga: Cara Mandi Wajib dan Hukumnya bagi Umat Islam Jelang Bulan Ramadan

Bacaan Niat Puasa Ramadan

Melansir laman MUI, berikut ini bacaan niat puasa Ramadan untuk satu bulan penuh:

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, bacaan niat puasa yang dibacakan setiap hari selama Ramadan, berikut ini:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya:

“Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.