Ramalan Cuaca Jatim Minggu 15 Februari 2026, Waspada Cuaca Ekstrem, Mojokerto Hujan Petir
Arie Noer Rachmawati February 14, 2026 11:28 PM

 

TRIBUNJATIM.COM - Simak ramalan cuaca Jatim pada Minggu 15 Februari 2026.

Hampir semua wilayah di Jawa Timur diperkirakan akan dilanda hujan pagi hingga siang hari.

Sebagian daerah mengalami cuaca cerah berawan terlebih dahulu, kemudian disusul hujan.

Namun ada beberapa daerah yang dilanda hujan disertai petir.

Di antaranya terjadi di Mojokerto, Nganjuk, Kota Mojokerto, Jombang.

Juga ada beberapa daerah tidak hujan hanya cerah berawan yakni Gresik, Kediri, Surabaya.

Prakiraan cuaca Jatim ini dilansir dari BMKG

Baca juga: Waspada Hujan Petir di Pasuruan dan Probolinggo, Berikut Ramalan Cuaca Jatim Jumat 13 Februari 2026

Daftar Daerah Rawan Banjir dan Longsor di Jawa Timur

Dikutip Tribun Jatim dari laman resminya, BMKG juga merilis daerah yang rawan banjir dan longsor di Jawa Timur.

Masyarakat diimbau untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem, seperti hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat/petir serta angin kencang.

Rawan Banjir

Melansir laman resmi BMKG, terdapat 10 daerah rawan banjir pada kondisi cuaca ekstrem yang melanda Jawa Timur. Daerah tersebut di antaranya:

  1. Kecamatan Kasiman, Bojonegoro
  2. Kecamatan Wonosari, Madiun
  3. Kecamatan Bagor, Nganjuk
  4. Kecamatan Babat, Lamongan
  5. Kecamatan Benowo, Surabaya
  6. Kecamatan Jrengik, Sampang
  7. Kecamatan Rejoso, Nganjuk
  8. Kecamatan Rogojampi, Banyuwangi
  9. Kecamatan Tempeh, Lumajang
  10. Kecamatan Durenan, Trenggalek

Baca juga: Angin Kencang Terjang Malang Raya, BMKG Waspada Cuaca Ekstrem di Januari-Februari 2026

Rawan Longsor

Sementara untuk daerah lawan longsor berdasarkan prediksi BMKG, yakni:

  1. Pujon, Kabupaten Malang
  2. Junrejo, Kota Batu
  3. Binakal, Kabupaten Bondowoso
  4. Klabang, Kabupaten Situbondo
  5. Ledokombo, Kabupaten Jember
  6. Arjosari, Kabupaten Pacitan

Puncak Musim Hujan

Saat ini sebagian besar wilayah Jawa Timur telah memasuki puncak musim hujan.

Diprakirakan dalam 10 hari ke depan akan terjadi peningkatan cuaca ekstrem yang berdampak signifikan terhadap aktivitas masyarakat.

Potensi cuaca ekstrem ini merupakan dampak aktifnya monsun Asia, pola pertemuan angin (konvergensi) dan diprakirakan adanya gangguan gelombang atmosfer MJO (Madden Julian Oscillation) yang melintasi wilayah Jawa Timur. 

Selain itu, kondisi suhu muka laut perairan Selat Madura juga masih cukup signifikan, serta kondisi atmosfer lokal yang labil turut mendukung pertumbuhan awan-awan konvektif yang berpotensi menimbulkan hujan dengan instensitas sedang hingga lebat, yang dapat disertai petir dan angin kencang.

Baca juga: Daftar Daerah di Jawa Timur dengan Potensi Gempa Megathrust Menurut BMKG

Waspada Cuaca Ekstrem Selama 10 Hari ke Depan

BMKG Juanda mengimbau masyarakat dan instansi terkait agar senantiasa waspada terhadap perubahan cuaca mendadak serta adanya potensi cuaca ekstrem berupa hujan sedang hingga lebat yang disertai petir dan angin kencang selama 10 hari ke depan.

Wilayah dengan topografi curam/bergunung/tebing diharapkan lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca esktrem seperti banjir, banjir bandang, tanah longsor, jalan licin, pohon tumbang serta berkurangnya jarak pandang. 

Kepala BMKG Juanda, Taufik Hermawan memprakirakan cuaca di Surabaya dan sekitarnya akan lebih aktif pada 11 sampai 20 Februari 2026.

Dia menuturkan, kondisi ini dipicu menghambatnya suhu laut di Selat Madura, serta adanya belokan angin dan gelombang atmosfer.

“Selain itu, adanya pertemuan angin atau konvergensi dan gangguan gelombang atmosfer Low Frequency dan gelombang Rossby yang turut mendukung potensi cuaca ekstrem tersebut,” kata Taufik, Sabtu (14/2/2026).

Menurut dia, situasi tersebut dapat dikatakan cukup wajar karena wilayah Jawa Timur tengah memasuki masa puncak musim hujan.

Meskipun begitu, Taufik menyebut, masyarakat perlu mewaspadai adanya dampak cuaca ekstrem seperti hujan sedang hingga lebat, angin kencang atau angin puting beliung, petir, hingga hujan es di beberapa area titik rawan.

“Terutamanya masyarakat di wilayah dengan topografi curam, bergunung dan tebing lebih waspada terhadap dampak yang dapat ditimbulkan akibat cuaca ekstrem,” ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat untuk mengurangi intensitas aktivitas di luar rumah.

Penting juga untuk memastikan kondisi atap dan saluran air, segera amankan barang yang mudah terbawa angin, dan hindari berteduh di bawah pohon atau baliho saat hujan dan angin kencang.

“Di kondisi cuaca ekstrem seperti saat ini, jangan pernah memarkir kendaraan di bawah pohon besar dan hindari melintasi jalan yang tergenang air tinggi. Ingat kesadaran bencana adalah kesadaran individu,” pungkasnya.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.