'Jakarta Tidak Sendiri' 10.000 Warga Siaga Jaga Ibu Kota Sambut Ramadan Bersama Polda Metro
Budi Sam Law Malau February 14, 2026 11:29 PM

WARTAKOTALIVE.COM, JAKARTA -- Pemandangan berbeda terlihat di kawasan Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya, Kebayoran Baru, pada Sabtu (14/2/2026) pagi.

Ribuan orang dari berbagai lapisan masyarakat membanjiri lokasi tersebut, bukan untuk berunjuk rasa, melainkan untuk menyatukan tekad menjaga keamanan Ibu Kota menjelang bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dalam apel akbar bertajuk “Jaga Ibu Kota Jakarta untuk Indonesia” ini, Polda Metro Jaya berhasil mengumpulkan lebih dari 10.000 peserta.

Baca juga: Pramono Anung Melarang Ormas Lakukan Sweeping Tempat Makan di Jakarta saat Ramadan

Mereka terdiri dari elemen yang sangat beragam: mulai dari pengemudi ojek online (ojol), petugas keamanan (satpam), buruh, pelajar, pramuka, hingga berbagai organisasi kemasyarakatan (Ormas).

Kekuatan Jakarta Ada pada Warganya

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Asep Edi Suheri, yang memimpin langsung apel tersebut, menyampaikan pesan emosional yang membakar semangat peserta.

Di hadapan ribuan pasang mata, ia menegaskan bahwa keamanan Jakarta tidak bisa hanya bertumpu pada aparat kepolisian semata.

"Saya percaya kekuatan Jakarta tidak hanya terletak pada gedung-gedungnya saja, tetapi pada warganya yang tertib, peduli, dan saling mau menjaga. Dan hari ini, kehadiran kita menunjukkan bahwa Jakarta tidak dibiarkan berjalan sendiri," ujar Irjen Asep dengan lantang.

Ia menambahkan, kehadiran 10.000 orang ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat siap menjadi "pagar hidup" yang menguatkan ketertiban di lingkungan masing-masing.

Baca juga: Hampers Ramadan dan Idul Fitri 2026 Elegan dari Clairmont Patisserie Mulai Rp 679 Ribu

Menyambut bulan suci yang tinggal menghitung hari, Irjen Asep menitipkan lima pesan penting agar ibadah puasa dapat berjalan khusyuk tanpa gangguan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas). Yakni:

  • Menjadi Teladan: Setiap warga diminta menjadi contoh ketertiban di lingkungannya.
  • Anti-Hoaks: Masyarakat diimbau untuk cerdas menolak berita bohong dan provokasi yang memecah belah.
  • Musyawarah: Mengedepankan penyelesaian masalah dengan kepala dingin.
  • Waspada Lingkungan: Mengaktifkan kembali sistem keamanan lingkungan (Siskamling) secara mandiri.
  • Lapor Cepat: Segera melaporkan setiap indikasi gangguan keamanan kepada kepolisian terdekat.

"Apel ini bagian dari kesiapsiagaan kita. Tujuannya satu: agar seluruh kegiatan masyarakat selama Ramadan berlangsung aman, tertib, dan kondusif," tegas Jenderal bintang dua tersebut.

Turut hadir dalam kegiatan ini Kakorbinmas Baharkam Polri Irjen Kalingga Rendra Raharja serta jajaran pejabat utama Polda Metro Jaya, yang semakin menegaskan keseriusan Polri dalam mengawal kesucian bulan Ramadan di tahun 2026 ini.(m31)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.