Bacaan Doa Niat Puasa Ramadhan untuk 1 Bulan Penuh, Bedanya dengan Niat Puasa Dibaca Setiap Hari
Amalia Husnul A February 15, 2026 12:19 AM

 

TRIBUNKALTIM.CO - Kurang dari sepekan, umat Islam segera memulai puasa di bulan suci Ramadhan 2026 atau 1447 Hijriah. 

Di bulan Ramadhan, umat Islam akan menjalankan ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Salah satu rukun wajib menuaikan puasa Ramadhan, adalah membaca niat yang dibaca setiap umat Islam saat hendak berpuasa. 

Apakah niat puasa cukup dibaca satu kali pada awal bulan Ramadhan dan ada yang dibaca setiap hari selama sebulan penuh Ramadhan?

Baca juga: Jadwal Pembelajaran Ramadhan 2026 SD-SMA, Waktu Libur Puasa, Masuk Sekolah hingga Libur Lebaran

Diketahui, PP Muhammadiyah telah menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 H bertepatan dengan Rabu (18/2/2026).

Sementara Pemerintah akan menetapkan awal puasa 1 Ramadhan 1447 H setelah sidang isbat yang akan digelar Selasa (17/2/2026). 

Kapan niat puasa Ramadhan dibaca?

Menurut Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Anwar Abbas, ada perbedaan pendapat terkait kapan niat puasa Ramadhan dibacakan.

Perbedaan tersebut sesuai mazhab dalam Islam yang diyakini masing-masing individu.

Berdasarkan pendapat mazhab Maliki, niat puasa Ramadhan bisa dibacakan hanya sekali untuk satu bulan penuh.

"Dalam mazhab Maliki niat untuk puasa Ramadhan itu cukup dilakukan sekali saja, yaitu di awal puasa,” kata Anwar kepada Kompas.com, Jumat (12/2/2026).

Apabila mengikuti ketentuan mazhab maliki, maka seorang umat Islam tidak perlu memperbarui niat puasa Ramadhan setiap harinya.

Bacaan niat untuk sebulan penuh ini juga sebagai bentuk kehati-hatian dan antisipasi apabila lupa atau ketiduran.

Sementara itu, tiga mazhab lainnya, Syafi’i, Hambali, dan Hanafi berpandangan bahwa niat puasa wajib dibacakan setiap hari atau malam.

Dengan begitu, Anwar menyebutkan mayoritas ulama tetap menganjurkan untuk membaca niat setiap malam. 

“Mayoritas ulama tetap menganjurkan untuk membaca niat setiap malam, agar ibadah lebih sempurna dan menghindari keraguan dalam pelaksanaan puasa,” terang dia.

Adapun niat puasa Ramadhan tidak selalu dilakukan saat sahur atau menjelang waktu Subuh.

Niat puasa bisa dibaca jauh-jauh waktu seperti setelah shalat tarawih.

Meski demikian, Anwar mengungkapkan bahwa masyarakat hanya perlu fokus terhadap masing-masing ketentuan yang diyakini.

“Silakan saja masing-masing akan mengikuti yang mana karena masalah ini memang masuk ke dalam majalul ikhtilaf yaitu adanya kemungkinan untuk berbeda pendapat," ucap Anwar.

Dengan begitu, dia juga mengingatkan adanya toleransi untuk menyikapi perbedaan dalam menjalankan ibadah puasa Ramadhan.

Ia juga menyampaikan bahwa umat Islam yang tidak hafal bacaan niat dalam bahasa Arab, dapat mengucapkannya dalam bahasa Indonesia.

“Tidak (harus pakai bahasa Arab). Dalam bahasa Indonesia juga bisa,” ujar Anwar.

Bacaan niat puasa Ramadhan

Melansir laman MUI, berikut ini bacaan niat puasa Ramadhan untuk satu bulan penuh:

Nawaitu shauma jami’i syahri ramadhani hadzihis sanati fardhan lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa di sepanjang bulan Ramadhan tahun ini, wajib karena Allah Ta’ala.”

Sementara itu, bacaan niat puasa yang dibacakan setiap hari selama Ramadhan, berikut ini:

Nawaitu shauma ghadin ‘an ada’i fardhi syahri Ramadhana hadzihis sanati lillahi ta’ala.

Artinya: “Aku niat berpuasa esok hari untuk menunaikan kewajiban puasa bulan Ramadhan tahun ini, karena Allah Ta’ala”.

Demikian bacaan niat puasa Ramadhan dan aturan apakah dibaca satu kali di awal puasa atau setiap hari.

Baca juga: Bacaan Doa Ziarah Kubur Jelang Ramadhan, Hukum, Tata Cara dan Adab yang harus Diperhatikan

(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.