TRIBUNMAROS.COM, MAROS – Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan (Sulsel) sosialisasi kebakaran dan nonkebakaran di kawasan Car Free Day (CFD), halaman Kantor Bupati Maros, Jalan Jenderal Sudirman No. 1, Minggu (15/2/2026).
Kegiatan tersebut dipadukan dengan edukasi interaktif, permainan anak, hingga pameran reptil untuk menarik minat masyarakat, khususnya menjelang bulan Ramadan.
Warga terlihat antusias berfoto bersama reptil yang dipamerkan tim Damkar.
Anak-anak menikmati wahana flying fox, sementara ibu-ibu belajar memadamkan api yang keluar dari tabung gas melon.
Kepala Damkar Maros, Jufri, mengatakan sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap potensi bahaya kebakaran, terutama saat aktivitas rumah tangga meningkat di bulan puasa.
“Apalagi menjelang Ramadan, aktivitas memasak biasanya lebih intens. Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan kompor dimatikan saat meninggalkan rumah, terutama ketika pergi beribadah,” katanya.
Ia menjelaskan, langkah awal yang dapat dilakukan warga saat terjadi kebakaran kecil adalah menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) atau kain basah untuk menutup sumber api.
“Kalau api masih kecil, bisa dilakukan pemadaman awal. Tapi kalau sudah tidak mampu dikendalikan, segera hubungi Pemadam Kebakaran,” jelasnya.
Selain edukasi kebakaran, Damkar Maros juga memperkenalkan penanganan nonkebakaran seperti evakuasi hewan liar.
Dalam kegiatan tersebut, dipamerkan sejumlah hewan seperti ular, buaya, dan monyet yang kerap ditangani petugas di lapangan.
Kegiatan ini juga menyediakan wahana flying fox gratis untuk anak-anak dengan pembatasan berat badan demi alasan keamanan.
“Hanya sampai berat 5 kilogram yang bisa naik,” bebernya.
Seorang warga Mandai, Ramlah (34), mengaku senang dengan kegiatan tersebut karena memberi pengetahuan baru bagi masyarakat.
“Bagus sekali ini kegiatan. Apalagi kita kadang lalai kalau tinggalkan kompor menyala. Dengan sosialisasi begini jadi lebih waspada,” katanya.
Warga lainnya, Irwan (41), yang datang bersama anaknya, mengaku anak-anaknya antusias melihat reptil dan mencoba flying fox.
“Anak-anak senang sekali. Sambil hiburan, kita juga dapat ilmu soal pencegahan kebakaran. Semoga sering diadakan,” ujarnya. (*)