Lidah Robek dan Mata Trauma, RSUD Karawang Ungkap Kondisi Memprihatinkan Balita Korban Siksaan Tang
Ravianto February 15, 2026 01:11 PM

TRIBUNJABAR.ID, KARAWANG - Manajemen RSUD Karawang mengungkapkan kondisi bayi korban penganiayaan yang dilakukan pacar ibunya.

Hingga Sabtu (14/2/2026), kondisi korban masih dalam pengawasan ketat tim medis.

Perwakilan manajemen RSUD Karawang, Uung Susangka, menjelaskan korban mengalami luka serius di bagian lidah dan mata akibat tindak kekerasan yang dialaminya.

Luka tersebut menyebabkan gangguan fungsi lidah serta trauma pada mata kiri korban.

“Pertama karena bekas ditarik paksa menggunakan tang. Jadi lidahnya robek dan fungsinya terganggu karena memang ada luka,” ujar Uung melalui sambungan telepon, Sabtu (14/2/2026).

Selain itu, korban juga mengalami pembengkakan pada mata akibat benturan keras.

Baca juga: Ibu di Karawang Tak Sangka Pacarnya Sesadis Itu: Lidah Anak Dijepit Tang dan Ditarik sampai Sobek

Pihak rumah sakit belum dapat memastikan kondisi penglihatan korban, mengingat masih diperlukan pemeriksaan lanjutan oleh dokter spesialis mata.

“Karena terjadi trauma di mata yang menimbulkan bengkak, untuk memastikan penglihatannya masih berfungsi atau tidak, nanti paling hari Rabu akan dikonsultasikan ke dokter spesialis mata. Pemeriksaannya akan dilakukan secara komprehensif,” kata dia.

Uung juga menjelaskan, selama menjalani perawatan intensif, korban dipasangi dua infusan.

Bupati Karawang Aep Syaepuloh menjenguk bayi yang menjadi korban penganiayaan pacar sang ibu, yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Karawang, Sabtu (14/2/2026), untuk melihat langsung kondisi anak tersebut dan memastikan penanganan medis berjalan
Bupati Karawang Aep Syaepuloh menjenguk bayi yang menjadi korban penganiayaan pacar sang ibu, yang saat ini menjalani perawatan di RSUD Karawang, Sabtu (14/2/2026), untuk melihat langsung kondisi anak tersebut dan memastikan penanganan medis berjalan (Tribun Jabar/Cikwan Suwandi)

Hal tersebut dilakukan untuk membantu pemenuhan asupan nutrisi, karena kondisi korban belum memungkinkan untuk menerima asupan makanan secara optimal.

Terkait luka robek pada lidah korban, Uung menyebut robekan terjadi di bagian tengah dan tidak sampai menembus. 

"Jadi ada luka, tetapi dilakukan jahitan. Hanya saja akan pengobatan seperti kumur-kumur menggunakan obat merah," kata dia.

Hingga kini, korban masih menjalani perawatan intensif di RSUD Karawang dengan pengawasan penuh tim medis, sembari menunggu hasil pemeriksaan lanjutan untuk memastikan dampak jangka panjang dari luka yang dialaminya.(*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.