Gubernur Agustiar Sabran Ikut Joget Saat Silet Open Up Nyanyikan Tabola Bale
Pangkan Banama Putra Bangel February 15, 2026 02:05 PM

 

TRIBUNKALTENG.COM, PALANGKA RAYA – Tepuk tangan terdengar bersahut-sahutan. Pelajar berseragam biru merapat ke depan panggung, ponsel diangkat tinggi, sementara musik mulai menghentak. 

Minggu (15/2/2026), Bundaran Besar Palangka Raya yang biasanya dipenuhi warga berolahraga pagi berubah menjadi lautan penonton saat Silet Open Up tampil sebagai penutup kegiatan Polisi Keamanan Sekolah (PKS).

Sejak pagi, ratusan pelajar SMA/SMK anggota PKS dari 14 kabupaten/kota se-Kalimantan Tengah sudah memadati kawasan Bundaran Besar.

Baca juga: Anak 5 Tahun Hanyut Ditemukan Meninggal Dunia di Sungai Kahayan Pulang Pisau

Baca juga: LINK TV Streaming PSIS Semarang Vs Persela Lamongan, Kans Mahesa Jenar Salip Persiba Balikpapan

Baca juga: Isu Transfer Liga Italia: AC Milan Tawar Pemain Muda Real Madrid, Arsenal Gabung Perburuan

Namun suasana baru benar-benar terasa berbeda menjelang siang, ketika perhatian pelajar dan masyarakat umum terpusat ke satu arah yaitu panggung hiburan di depan Istana Isen Mulang.

Begitu Silet Open Up naik ke atas panggung dengan busana kasual serba gelap, sorakan langsung pecah.

Lagu demi lagu dibawakan.

Pelajar dan masyarakat umum tampak ikut bernyanyi, sebagian menggerakkan badan mengikuti irama, sebagian lain sibuk merekam momen yang dinanti.

Suasana semakin hidup saat lagu Tabola Bale dimainkan.

Barisan pelajar di depan panggung tampak bergoyang serempak.

Di tengah kerumunan itu, Gubernur Kalteng Agustiar Sabran terlihat ikut menikmati suasana.

Mengenakan topi dan kacamata hitam, ia berdiri tak jauh dari panggung, sesekali menganggukkan kepala dan berjoget kecil mengikuti irama musik.

Aksi spontan tersebut langsung disambut sorakan pelajar.

Momen paling ditunggu terjadi menjelang akhir penampilan.

Saat Tabola Bale kembali dibawakan, Agustiar Sabran naik ke atas panggung dan joget kecil bersama penyanyi Silet Open Up. 

Tepuk tangan dan teriakan penonton menggema, menutup rangkaian acara dengan suasana santai dan penuh keakraban.

Di sela kegiatan, Agustiar sempat menyampaikan pesan singkat kepada para pelajar di Kalimantan Tengah agar terus membangun disiplin dan karakter.

“Anak-anak harus disiplin, berkarakter, punya mindset dan attitude yang baik dalam mengejar ilmu. Jangan patah semangat, jangan pernah merasa rendah karena keterbatasan. Tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau berusaha,” ujarnya.

Ia juga mengingatkan pelajar untuk menjauhi berbagai perilaku negatif yang dapat merusak masa depan.

“Jauhi narkoba, judi online, pinjaman online, mabuk-mabukan, dan pergaulan bebas. Kalau ingin menjadi pemimpin, itu semua harus dijauhi,” tegas Agustiar Sabran.

Antusiasme juga dirasakan pelajar dari luar daerah.

Anggli (16) dan Meilinda (16), perwakilan PKS dari Kabupaten Lamandau, mengaku perjalanan panjang yang mereka tempuh terasa terbayar.

“Capek di jalan langsung hilang pas lihat suasananya. Seru banget, apalagi waktu Silet tampil,” kata Anggli.

PKS atau Patroli Keamanan Sekolah merupakan kegiatan ekstrakurikuler yang dibina kepolisian untuk membentuk disiplin, tanggung jawab, dan kesadaran berlalu lintas di kalangan pelajar.

Penampilan penutup tersebut pun membuat Bundaran Besar Palangka Raya siang itu terasa berbeda.

Musik, pelajar berseragam biru, dan kebersamaan di atas panggung berpadu, meninggalkan kesan hangat tentang semangat dan keceriaan generasi muda Kalimantan Tengah.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.