Kejar Penyetaraan Pendidikan di Tempat Kerja, Yulianto Pilih Kuliah di UT Purwokerto
rika irawati February 15, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Di usia 37 tahun, Yuliono tak ingin berhenti belajar. 

Pekerja di salah satu rumah sakit swasta di Purbalingga itu memilih menjadi mahasiswa baru Universitas Terbuka (UT) Purwokerto agar tetap bisa menambah ilmu tanpa meninggalkan pekerjaan.

Warga Sokanegara, Kabupaten Purbalingga, Jawa Tengah, tersebut menilai, sistem pembelajaran jarak jauh yang ditawarkan UT menjadi solusi terbaik bagi pekerja seperti dirinya.

"Karena ingin menambah ilmu dan wawasan, sekaligus penyetaraan di tempat kerja." 

"Saya kerja di salah satu rumah sakit swasta."

"Katanya, ada tutor online, memudahkan karena Sabtu, Minggu. Jadi, Senin sampai Jumat tetap full kerja," katanya kepada Tribunbanyumas.com.

Baca juga: Ikut OSMB Tahap Empat UT Purwokerto, Fajar Ingin Jadi Sarjana Pertama di Keluarga

Yuliono memilih jurusan Kearsipan di UT Purwokerto dengan masa studi delapan semester.

Ia menjadi salah satu dari ratusan mahasiswa baru yang mengikuti kegiatan Orientasi Studi Mahasiswa Baru (OSMB) Klinik Ujian (KU) Semester 2025/2026 Genap, di Hotel Aston Purwokerto, Minggu (15/2/2026).

Sebanyak 350 mahasiswa baru mengikuti kegiatan tersebut. 

OSMB dibuka langsung oleh Direktur UT Purwokerto, Dr Prasetyarti Utami SSi MSi, dengan tema "change your mindset, and transform yourself to be ready for any challenge".

Tema tersebut menegaskan pentingnya perubahan pola pikir mahasiswa agar siap menghadapi tantangan pembelajaran jarak jauh sekaligus dunia kerja yang dinamis.

Tuntut Kemandirian Mahasiswa

Dalam sambutannya, Prasetyarti menyampaikan, UT sebagai mega university terus bergerak menuju World Class University. 

Saat ini, UT telah resmi menjadi Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTN-BH) ke-21 dari 24 PTN-BH di Indonesia, yang berarti setara dengan perguruan tinggi negeri lain.

Menurutnya, OSMB menjadi momentum penting bagi mahasiswa baru untuk memulai perjalanan akademik dengan pola pikir mandiri dan progresif.

"Proses pembelajaran yang dimulai dari OSMB ini bukan sekadar rutinitas namun merupakan awal dari perjalanan panjang menuju kesuksesan," kata Prasetyarti.

Ia menyebutkan, pada periode ini, sudah ada sekitar 3.700 mahasiswa yang mendaftar di UT Purwokerto. 

OSMB dilaksanakan dalam beberapa tahap.

Secara nasional, UT memiliki sekitar 756 ribu mahasiswa, sedangkan UT Purwokerto menangani sekitar 30 ribu mahasiswa.

OSMB sendiri merupakan bagian dari Layanan Pendukung Kesuksesan Belajar Jarak Jauh (LPKBJJ) yang wajib diikuti mahasiswa baru. 

Kegiatan ini bertujuan mengenalkan sistem pembelajaran terbuka dan jarak jauh, sekaligus membangun kesiapan belajar mandiri.

"Mana ada perguruan tinggi yang menyiapkan buku bahan ajar yang sudah include setiap materi dan setiap jurusan? Bahkan, ada media-media yang dapat dimanfaatkan," katanya.

Baca juga: UT Purwokerto Jadi Ruang Tumbuh Mahasiswa Aktif, Mandiri, dan Produktif

Prasetyarti menegaskan, perkuliahan di UT berbeda dengan kampus konvensional yang bertemu dosen setiap hari. 

Karena itu, mahasiswa dituntut memiliki kemandirian, disiplin, dan inisiatif tinggi dalam proses belajar.

"Mahasiswa harus mengubah pola pikir. Kuliah di UT menuntut kemandirian."

"Ini juga menjadi keunggulan karena mahasiswa bisa bekerja sambil kuliah," ujarnya.

Ia juga mengingatkan mahasiswa bahwa mereka kini mengemban tanggung jawab sebagai bagian dari civitas akademika.

Mahasiswa diminta memiliki kebanggaan terhadap UT serta berpikir jauh ke depan dalam merencanakan studi dan karier.

Selain itu, mahasiswa didorong menghasilkan karya selama masa studi, mengikuti pengembangan materi dan metode pembelajaran, serta fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu.

Menurutnya, UT bukan hanya untuk kalangan ekonomi rendah tetapi menjadi solusi pendidikan bagi masyarakat yang membutuhkan fleksibilitas waktu dengan konsep belajar mandiri sebagai kunci keberhasilan.

UT juga memiliki sekitar 35 ribu tutor yang siap membantu mahasiswa.

Mahasiswa baru UT Purwokerto berasal dari berbagai wilayah, seperti Brebes, Tegal, Kota Tegal, Cilacap, Purbalingga, Kebumen, hingga Banyumas. 

Keragaman latar belakang tersebut dinilai menjadi kekuatan UT sebagai kampus terbuka bagi semua kalangan.

"Saya berharap, mahasiswa tetap aktif dan inisiatif dalam menjalani proses pembelajaran di UT Purwokerto," katanya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.