Kirab Pusaka HUT Banyumas Meriah, Bupati Sadewo Berharap Banyak Investor Datang dan Warga Sejahtera
rika irawati February 15, 2026 02:07 PM

 

TRIBUNBANYUMAS.COM, PURWOKERTO - Prosesi Kirab Pusaka Kabupaten Banyumas dalam rangka Hari Jadi ke-455 Minggu (15/2/2026), berlangsung meriah.

Empat pusaka Banyumas diarak dari Rumah Dinas Wakil Bupati menuju Pendopo Si Panji Purwokerto dalan iring-iringan yang turut diikuti Pejabat Pemkab Banyumas.

Kirab pusaka itu sebagai simbol kekuatan, keagungan, perjuangan, serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa.

Prosesi kirab diawali dengan upacara dan penyerahan empat pusaka, yakni Tombak Kiai Genjring, Keris Kiai Gajah Endro, Keris Kiai Nalapraja, dan Keris Kiai Sempana Bener dari Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono kepada wakil peserta, di halaman Pendopo Wakil Bupati. 

Baca juga: Empat Pusaka akan Dikirab di Hari Jadi Kabupaten Banyumas, Camat Baturraden Pimpin Rombongan

Setelah itu, pusaka dikirab menuju Pendopo Si Panji untuk kembali dileremkan atau diistirahatkan di Gedung Pusaka.

Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono mengatakan, momentum Hari Jadi Kabupaten Banyumas ini diharapkan mampu mendorong masyarakat menjadi lebih sejahtera, produktif, dan adil sesuai visi Banyumas PAS.

"Kita jadikan masyarakat Banyumas lebih sejahtera, lebih produktif, adil, dan sejahtera, Banyumas PAS."

"Masyarakat Banyumas, kita jaga kondusivitas bersama supaya orang-orang datang ke Banyumas dan investor berbondong-bondong datang ke Kabupaten Banyumas," ajak Bupati Sadewo yang ikut dalam rombongan kirab.

Pengingat Sejarah

KIRAB PUSAKA - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan istri mengikuti kirab pusaka dalam rangkaian Hari Jadi Ke-455 Kabupaten Banyumas, Minggu (15/2/2026). Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas menuju Pendopo Si Panji Purwokerto.
KIRAB PUSAKA - Bupati Banyumas Sadewo Tri Lastiono dan istri mengikuti kirab pusaka dalam rangkaian Hari Jadi Ke-455 Kabupaten Banyumas, Minggu (15/2/2026). Rombongan berangkat dari Rumah Dinas Wakil Bupati Banyumas menuju Pendopo Si Panji Purwokerto. (Tribun Banyumas/Permata Putra Sejati)

Sekretaris Daerah Banyumas Agus Nur Hadie menjelaskan, kirab pusaka merupakan kegiatan rutin yang digelar setiap peringatan Hari Jadi Banyumas.

"Ini kegiatan yang memang rutin kita lakukan setiap peringatan hari jadi Banyumas."

"Hari ini, peringatan ke-455 juga tetap kita adakan kirab," katanya.

Ia menuturkan, kirab pusaka menjadi pengingat sejarah panjang Banyumas, termasuk para bupati yang pernah memimpin daerah tersebut.

"Kirab ini adalah pengingat kita semua bahwa Banyumas memiliki sejarah." 

"Kita ingat kepada para bupati Banyumas dari yang pertama sampai sekarang, dari Pak Joko Kaiman sampai Pak Sadewo, dari yang pertama sampai ke-31," jelasnya.

Selain itu, kirab juga mengingatkan masyarakat Banyumas memiliki pusaka daerah, baik keris maupun tombak, yang dikirab bersama pasukan dari unsur pemerintah daerah.

"Di belakang pusaka, ada pasukan dari Pak Bupati, anggota DPRD, kepala dinas, camat, sampai perangkat desa."

"Semua ikut berpartisipasi memeriahkan hari jadi Banyumas," ujarnya.

Baca juga: Banyumas Gelar Culture Festival, Bupati Sadewo Ingin Seni Budaya Jadi Kekuatan Ekonomi Daerah

Agus menyebut, tidak ada perbedaan signifikan dalam prosesi kirab tahun ini dibanding tahun sebelumnya. 

Perbedaan hanya pada semangat dan komitmen ke depan.

"Yang berbeda, semangatnya semakin baik."

"Pasukannya juga urutannya sama." 

"Yang berbeda adalah semangat dan komitmen kita ke depan untuk Banyumas agar lebih maju, lebih baik," katanya.

Ia menambahkan, kirab juga menjadi momentum menguatkan komitmen mewujudkan Banyumas yang produktif, adil, dan sejahtera.

"Kita mohon doa kepada masyarakat Banyumas yang hadir di sepanjang Jalan Sudirman agar visi-misi bupati bisa tercapai," ujarnya.

Agus juga mengimbau masyarakat berperan aktif dalam pembangunan daerah.

"Banyumas yang kita cintai ini punya cita-cita mewujudkan masyarakat yang produktif, adil, dan sejahtera." 

"Ini tidak bisa tercapai tanpa partisipasi dan kerja sama semua pihak, termasuk masyarakat," katanya.

Ia mengajak masyarakat mencintai Banyumas dengan menjaga lingkungan, memelihara alam, serta menciptakan suasana aman dan damai.

"Karena itu, mari kita mencintai Banyumas, mengisi pembangunan di masing-masing sektor, menjaga pelestarian alam, memelihara lingkungan, dan menjaga suasana agar tetap damai," ujarnya. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.