TRIBUN-MEDAN.com, MEDAN - Performa penyerang asing PSMS Medan, Felipe Cadenazzi, menunjukkan grafik peningkatan signifikan dalam beberapa pertandingan terakhir.
Striker asal Argentina itu kini mulai membuktikan kualitasnya sebagai ujung tombak yang tajam bagi Ayam Kinantan.
Padahal, pada awal kedatangannya, Cadenazzi sempat diragukan oleh sebagian suporter.
Tekanan sempat mengarah kepadanya, bahkan tidak sedikit yang meminta manajemen untuk mengganti sang pemain asing karena dinilai belum mampu memberikan kontribusi maksimal.
Situasi tersebut tak lepas dari kondisi yang dialaminya di awal kompetisi. Cadenazzi sempat dibekap cedera kaki yang membuatnya tidak bisa tampil optimal.
Selain itu, ia juga beberapa kali menerima kartu dari wasit yang berujung pada sanksi larangan bermain.
Sepanjang putaran pertama dan kedua, ia tercatat sudah enam kali absen membela PSMS.
Salah satu momen paling berat dialaminya saat menghadapi Sumsel United FC di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, 24 November 2025 lalu.
Dalam laga tersebut, Cadenazzi menerima kartu merah langsung yang membuatnya harus absen dalam empat pertandingan beruntun.
Kondisi itu semakin memunculkan keraguan terhadap kontribusinya bagi tim.
Namun, situasi perlahan berubah setelah ia kembali ke lapangan dan tim ditangani pelatih baru, Eko Purdjianto.
Di bawah arahan pelatih anyar tersebut, performa Cadenazzi mulai stabil dan produktivitasnya meningkat.
Bahkan dari empat pertandingan terakhir yang dilakoninya, Felipe Cadenazzi bisa memberikan kontribusi besar bagi PSMS Medan.
Konsistensinya sebagai ujung tombak benar-benar terlihat dalam periode tersebut.
Saat menghadapi Garudayaksa FC, Cadenazzi menyumbangkan satu gol penting bagi PSMS. Tren positif itu berlanjut ketika bersua FC Bekasi City, di mana ia tampil tajam dengan mencetak dua gol (brace).
Ketajamannya belum berhenti. Pada laga kontra Sumsel United FC, striker asal Argentina tersebut kembali menciptakan brace, menegaskan perannya sebagai mesin gol Ayam Kinantan dalam beberapa pekan terakhir.
Kini, Cadenazzi menjelma menjadi mesin gol PSMS. Ia tercatat sudah mengoleksi delapan gol dari 13 pertandingan yang dijalaninya musim ini, sekaligus menjadikannya top skor sementara PSMS Medan.
Melihat perkembangan tersebut, Presiden Direktur PSMS Medan, Fendi Jonathan, mengaku sejak awal tetap menaruh kepercayaan penuh kepada sang striker meski tekanan sempat datang dari berbagai pihak.
“Sisi pemain asing sudah benar, saya dari awal percaya dengan Cadenazzi walaupun tekanannya cukup banyak untuk diganti, tapi saya sangat percaya terhadap Cadenazzi ya akhirnya berbuahkan hasilnya,” ujarnya.
Kepercayaan manajemen itu kini mulai terbayar. Ketajaman Cadenazzi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga peluang PSMS bersaing di papan atas klasemen dan membuka asa promosi di akhir musim.
(Cr29/tribun-medan.com)