TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Penyerang anyar Persib Bandung asal Spanyol, Sergio Castel, meluapkan kekecewaannya usai debut pahit di leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2).
Meski kalah telak 0-3 dari Ratchaburi FC di Thailand, Castel mengusung misi besar untuk melakukan comeback sensasional di Bandung.
Castel mengakui penampilannya pada Rabu (11/2) lalu jauh dari harapan.
Ia merasa belum memberikan kontribusi maksimal bagi Maung Bandung di panggung Asia.
"Sangat jelek, saya merasa tidak bermain dengan sangat baik," ungkap Castel dengan jujur saat mengevaluasi performa debutnya.
Baca juga: Umuh Minta Bobotoh Penuhi GBLA Beri Atmosfer Mengerikan Bagi Ratchaburi, Optimistis Persib Bangkit
Meski tertinggal agregat tiga gol, Castel menolak untuk mengibarkan bendera putih.
Striker kelahiran Madrid ini mengaku terinspirasi oleh mentalitas pantang menyerah Real Madrid yang dikenal sebagai raja remontada (kebangkitan).
"Anda tahu saya berasal dari Spanyol, dari Madrid. Anda tahu bagaimana Real Madrid sering melakukan comeback, bahkan setelah tertinggal tiga gol."
"Jadi saya percaya, mengapa tidak? Kami harus terus mendorong diri kami," tegas Castel dengan penuh keyakinan.
Ia pun meminta Bobotoh untuk membirukan Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) pada Rabu, 18 Februari 2026 mendatang.
"Kami membutuhkan mereka (Bobotoh). Dukungan mereka adalah nyawa kami untuk membalikkan keadaan," tambahnya.
Senada dengan pemainnya, pelatih Persib, Bojan Hodak, memastikan mental anak asuhnya tetap stabil meski baru saja dihajar tiga gol tanpa balas.
Hodak menilai, secara statistik Persib sebenarnya tidak bermain buruk di Thailand.
"Kondisi fisik dan mental pemain tidak ada masalah. Kadang-kadang Anda harus kalah, terkadang permainan buruk itu perlu terjadi agar kita belajar."
"Sekarang fokus kami hanya laga berikutnya," ujar Hodak usai sesi latihan di Lapangan Pendamping GBLA, Sabtu (14/2/2026).
Pelatih asal Kroasia tersebut menilai skor 0-3 terlalu mencolok jika dibandingkan dengan jalannya pertandingan.
Ia mengklaim Persib sempat mendominasi, namun faktor non-teknis seperti adaptasi cuaca yang ekstrem menjadi kendala.
"Skor itu terlalu tinggi (kekalahan terlalu besar). Babak pertama saya percaya kami adalah tim yang lebih baik."
"Kami tidak beruntung dengan beberapa hal, termasuk cuaca. Namun di Bandung, ceritanya akan berbeda," pungkas Bojan.(*)