Sate Hadori kini punya tempat baru di Jalan Natuna, Bandung. Menunya lebih lengkap, tapi tetap dengan menu andalan sate sineureut yang porsinya terbatas setiap hari.
Sate Hadori di Jalan Natuna bisa dikenali lewat tanda berwarna kuning cerah bertuliskan "Sate Hadori". Tempat makan ini sudah tidak asing lagi di kalangan pencinta olahan kambing karena sudah berdiri sejak puluhan tahun lalu.
Tim berkesempatan mencicipi menu sate di sini. Potongan dagingnya cukup besar, dengan saus kacang yang disajikan melimpah. Ketika digigit, aroma khas daging kambing bakar yang gurih dan smokey memenuhi mulut. Teksturnya pun empuk dan mudah dikunyah.
Sementara pelengkap saus kacangnya juga terasa nikmat. Tipe sausnya yang renyah dan tidak manis, cocok bagi pencinta sate gurih.
Selain sate, terdapat pula sajian gulai kambing dengan kuah yang lekoh dan menggugah selera.
Salah satu pemilik Sate Hadori, Vitta Sukmawatie, mengatakan bahwa konsep langsung mengolah daging yang baru dipotong adalah kunci agar kesegarannya terjaga.
Dengan begitu, bau prengus khas daging kambing tak menempel. Area pemotongan daging pun ditaruh di bagian depan restoran, yang memungkinkan untuk dilihat oleh pengunjung.
"Pengolahannya langsung ditempat, jadi fresh. Setelah dipotong, langsung dibakar. Daging yang dipakai adalah daging kambing muda," ungkap Vitta saat ditemui di Sate Hadori cabang Natuna belum lama ini.
Ia mengatakan, menu sate yang paling banyak digemari oleh pelanggan sejak lama adalah sate kambing dengan lemak, karena rasanya yang lebih gurih. Selain itu, terdapat pula menu spesial "sate sineureut" yang masih menjadi penjualan nomor satu.
"Di sini menu spesialnya adalah sate sineureut, itu khas kami nomor 1. Dia dibuat dari daging has dalam," jelasnya.
Karena dibuat dari daging has dalam alias tenderloin, sate sineureut memiliki cita rasa yang lebih empuk dan juicy dibandingkan dengan potongan daging lainnya.
Setiap harinya, sate sineureut hanya dibuat dalam jumlah yang sangat terbatas. Pasalnya, satu ekor kambing hanya bisa menghasilkan maksimal 50 tusuk sate sineureut. Alhasil, pelanggan pun harus berebut untuk menikmati seporsi sate sineureut Hadori.
"Satu ekor kambing itu hanya menghasilkan 40-50 tusuk dalam satu hari, makanya jadi rebutan. Kalau mau memesan, harus waiting list dulu sehari atau dua hari sebelumnya," ungkap Vitta.
Sate Sineureut Hadori yang selalu jadi incaran pencinta sate kambing di Bandung. Foto: Nur Khansa Ranawati
|
Dalam satu hari, dapur Sate Hadori mengolah puluhan kilogram daging kambing. Konsumsi harian berkisar sekitar 70 hingga 80 kilogram daging kambing untuk memenuhi kebutuhan pelanggan. Daging yang digunakan dipilih dari bagian paha belakang karena dianggap memiliki tekstur paling baik dan rasa yang lebih kuat.
"Daging yang dipakai itu kan dari paha belakang, jadi tidak satu ekor kambing dipakai gitu, diambil dari paha agar lebih gurih. (Satu hari) biasanya bisa habis 70-80 kilogram," tuturnya.
Saat ini, Sate Hadori dikelola oleh keluarga generasi ketiga. Resep sate dan bumbu yang disajikan merupakan resep turun-temurun yang diwarisi dari sang kakek pendiri, yang telah lama menjadi identitas Sate Hadori.
Di samping sate sineureut, cabang Jalan Natuna juga menghadirkan berbagai pilihan menu lain. Sate kambing polos tetap menjadi favorit banyak pelanggan. Selain itu, sate kambing campur lemak juga banyak diminati. Menu lain yang tersedia meliputi sate sapi, sate ayam, gulai kambing, serta sop.
"Konsepnya sih sebenarnya masih sama dengan di Hadori pusat, hanya di sini ada penambahan beberapa menu, jadi lebih upgrade. Misalnya menu kepala kambing dan nasi goreng kambing," jelasnya.
Penambahan tersebut bertujuan untuk memberikan pilihan lebih luas bagi pengunjung tanpa mengubah identitas utama sebagai restoran sate kambing.
Keluarga berharap anak muda mulai tertarik menikmati sate, karena selama ini warung sate sering identik dengan pelanggan usia dewasa. Suasana tempat makan dibuat lebih nyaman sehingga semua generasi bisa datang bersama keluarga atau teman.
"Mudah-mudahan anak muda juga bisa senang sama sate. Karena kebanyakan sate konsumsinya lebih ke orang tua ke atas. Jadi targetnya ingin anak muda juga masuk di sini," jelasnya.
Artikel ini sudah tayang di detikjabar dengan judul "Sate Sineureut Hadori, Menu Rebutan Pecinta Kambing di Bandung"








