Kemiskinan Maluku Turun Jadi 286,86 Ribu Orang Per September 2025
Mesya Marasabessy February 15, 2026 03:52 PM

Laporan Wartawan TribunAmbon.com, Maula M Pelu

AMBON, TRIBUNAMBON.COM- Kabar terbaru soal kondisi ekonomi Maluku, jumlah penduduk miskin kembali turun. 

September 2025, mencatat angka kemiskinan berada di  286,86 ribu orang atau 15,25 persen dari total penduduk. 

Jika dibanding Maret 2025, jumlahnya turun 900 orang dari sebelumnya 287,76 ribu orang.

Dibanding September 2024, penurunannya bahkan lebih terasa, yakni 7,13 ribu orang dengan penurunan persentase sebesar 0,53 persen poin. 

Namun ada catatan penting, penurunan ini tidak terjadi merata. Ada dinamika perbedaan antara desa dan kota. 

Baca juga: Korupsi Dana TUP Rp. 901 Juta, Kejati Maluku Beberkan Modus Bendahara Kejari SBT

Baca juga: Lapak UMKM Padati Jalan Pattimura Kota Masohi Meriahkan Car Free Day


Pedesaan Membaik, Perkotaan Tertekan

Di pedesaan, penduduk miskin turun signifikan. Dari 250,6 ribu orang Maret 2025, menjadi 245,73 ribu orang pada September 2025. 

Artinya, kondisi ini ada penurunan 4,87 orang hanya dalam enam bulan. 

Persentase kemiskinan di Desa juga turun dari 24,61 persen menjadi 24,01 persen.

“Adapun bila dibandingkan dengan periode September 2024, jumlah penduduk miskin di perdesaan turun sebesar 9,43 ribu orang dan persentase penduduk
miskin di perdesaan turun sebesar 1,07 persen poin,” ungkap Kepala BPS Maluku.  

Sebaliknya, di wilayah perkotaan justru terjadi kenaikan. 

Jumlah penduduk miskin di Kota naik dari 37,16 ribu orang menjadi 41,13 ribu orang. Atau kenaikan mencapai 3,97 ribu orang. 

Persentase kemiskinan kota juga naik dari 4,36 persen menjadi 4,8 persen. 

Fenomena ini menunjukan tekanan ekonomi kini lebih terasa di wilis perkotaan, meskipun secara agregat Provinsi mencatat perbaikan. 

 

*Faktor-faktor yang Berpengaruh terhadap Tingkat Kemiskinan*

Kepala Badan Pusat Statistik Provinsi Maluku, Maritje Pattiwaellapia, menyebutkan, ada beberapa faktor yang berpengaruh terhadap tingkat kemiskinan selama periode Maret 2025–
September 2025 di Maluku, diantaranya ; 

1. Perkembangan harga di Maluku tetap terjaga, pada September 2025 terjadi deflasi (m-to-m) sebesar 0,29 persen, sementara pada periode yang sama secara nasional terjadi inflasi (m-to-m) sebesar 0,21 persen.

2. Pertumbuhan ekonomi di Maluku pada triwulan III tahun 2025 masih menunjukan trend positif dimana perekomian tumbuh 4,03 persen (q-to-q) dan 4,31 persen (y-on-y).

 

*Penjelasan Teknis dan Sumber Data*

Ada beberapa penjelasan teknis yang perlu diketahui dalam menjelaskan data tersebut dan bagaimana BPS Maluku mengelola sumber data itu. 

1. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur menurut Garis Kemiskinan.

2. Garis Kemiskinan (GK) terdiri dari dua komponen, yaitu Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM). Penghitungan Garis Kemiskinan dilakukan secara terpisah untuk daerah perkotaan dan perdesaan.

3. Garis Kemiskinan Makanan (GKM) merupakan nilai pengeluaran kebutuhan minimum makanan yang disetarakan dengan 2100 kkalori per kapita per hari. Paket komoditas kebutuhan dasar makanan diwakili oleh 52 jenis komoditas (padi-padian, umbi-umbian,
ikan, daging, telur dan susu, sayuran, kacang-kacangan, buah-buahan, minyak dan lemak,
dll).

4. Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM) adalah kebutuhan minimum untuk perumahan, sandang, pendidikan, dan kesehatan. Paket komoditas kebutuhan dasar nonmakanan diwakili oleh 36 jenis komoditas.

5. Garis Kemiskinan per rumah tangga dihitung dari garis kemiskinan per kapita dikalikan dengan rata-rata banyaknya anggota rumah tangga pada rumah tangga miskin.

6. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan.

7. Sumber data utama yang dipakai untuk menghitung tingkat kemiskinan September 2024 adalah data Susenas bulan September 2025. (*)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.