TRIBUNJATIMTIMUR.COM, LUMAJANG - Sejak terdampak erupsi pada November 2025, pembangunan hunian relokasi tetap bagi penyintas erupsi Gunung Semeru masih belum dilakukan.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Lumajang, Indah Amperawati Masdar menjelaskan kelanjutan rencana pembangunan hunian relokasi bagi penyintas erupsi Gunung Semeru masih berproses.
Menurut Indah, lokasi pembangunan hunian relokasi masih akan dipantau. Menurut informasi, lokasi hunian relokasi akan di ditempatkan di Kecamatan Pronojiwo. Desa Oro-oro Ombo jadi kandidat lokasi pembangunan hunian relokasi tersebut.
"Kita sudah mengajukan dan minggu ini akan disurvei oleh kementerian untuk melihat lokasi-lokasi yang kita mohonkan untuk hunian tetap," beber Indah ketika dikonfirmasi, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: Pemkab Pasuruan Tangani Kawasan Kumuh 2026, Fokus dan Terintegrasi di Jalan, RTLH dan Jamban Sehat
Indah menambahkan, pembangunan kembali hunian relokasi sepenuhnya akan dibantu oleh APBN lewat pengajuan yang sudah Pemkab Lumajang lakukan sebelumnya.
"Pengajuan sudah kami lakukan ke BNPB, kemudian ke menteri perumahan by name dan by adress-nya," tandasnya.
Sementara itu, sebanyak 91 kepala keluarga yang telah terdata akan mendapatkan hunian relokasi yang baru. Mereka adalah warga terdampak erupsi Gunung Semeru yang belum mendapatkan hunian tetap di Bumi Semeru Damai (BSD) Desa Sumbermujur, Kecamatan Candipuro.
Sebagai kompensasi, Pemkab Lumajang memberikan daana tunggu hunian diberikan kepada warga terdampak tersebut.
Bantuan yang diberikan sebesar Rp 600.000 per bulan selama 3 bulan terhitung sejak diberikan pada Desember 2025. Dana tersebut diharapkan dapat digunakan untuk biaya kontrak rumah sambil menunggu realisasi pembangunan hunian relokasi.
(Erwin Wicaksono/TribunJatimTimur.com)