Laporan Wartawan Tribun Jatim Network, Benni Indo
TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Menjelang Ramadan 2026, Alun-alun Merdeka Malang kembali menjadi magnet warga untuk ngabuburit.
Area ruang terbuka hijau yang berada di jantung kota ini tampil lebih rapi, bersih, dan nyaman setelah proses revitalisasi yang rampung akhir 2025 lalu.
Ira Kusumawati, warga Kelurahan Purwantoro yang juga pegiat ekonomi kreatif, mengaku hampir setiap minggu berkunjung untuk bersantai di area tersebut.
Baginya, Alun-alun Merdeka kini jauh lebih representatif untuk berkumpul, berolahraga ringan, hingga menunggu waktu berbuka puasa saat Ramadan nanti.
“Sekarang alun-alun jauh lebih nyaman. Teduh, penataannya rapi, dan suasana lebih bersih. Enak banget kalau buat ngabuburit, terutama sambil bawa keluarga,” ujar Ira, Minggu (15/2/2026).
Revitalisasi Alun-alun Merdeka tidak hanya mempercantik tampilan, tetapi juga memperbaiki dan menambah berbagai fasilitas publik.
Ira menilai fasilitas-fasilitas tersebut menjadikan Alun-alun Merdeka sebagai ruang publik yang benar-benar hidup untuk berbagai kalangan.
“Kalau sore, banyak keluarga duduk di area rumput, anak-anak main gelembung atau air mancur. Para kreator juga sering foto produk atau konten. Ruang ini bukan cuma tempat lewat, tapi sudah jadi tempat berkegiatan,” katanya.
Pada waktu jelang berbuka puasa, suasana di alun-alun biasanya semakin ramai.
Cahaya matahari yang meredup dan rindangnya pepohonan membuat suasana menjadi lebih hangat dan nyaman.
Warga memanfaatkan waktu untuk bercengkerama, membaca, atau menikmati jajanan kaki lima yang berada di area luar alun-alun.
“Ngabuburit di sini itu vibes-nya dapat. Banyak pilihan jajanan di sekeliling alun-alun tapi tetap tidak mengganggu area dalam karena pedagangnya sudah ditata. Jadi lebih rapi,” ungkap Ira.
Dengan kondisi yang semakin tertata, Alun-alun Merdeka Malang kembali menjadi ikon ruang publik yang tidak hanya indah, tetapi juga fungsional.
Warga bisa menikmati ruang terbuka hijau berkualitas di tengah kota sambil menunggu waktu berbuka.
Ira berharap alun-alun ini dapat terus dijaga kebersihannya dan keamanannya agar tetap menjadi ruang publik yang inklusif.
Baca juga: Jelang Ramadan, Dilema Pedagang Warung Makan di Kota Malang Saat Harga Cabai Tembus Rp 90 Ribu
Menjelang datangnya bulan suci Ramadan 2026, Yayasan Masjid Agung Jami Malang mulai menyiapkan berbagai agenda ibadah dan layanan untuk jamaah.
Sekretaris Yayasan, Mahmudi Muhith, menyampaikan seluruh rangkaian kegiatan akan menyesuaikan keputusan resmi awal Ramadan dari Kementerian Agama.
“Kami menunggu penetapan awal Ramadan dari Kemenag. Setelah itu seluruh kegiatan langsung berjalan,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Mahmudi menuturkan, Masjid Agung Jami menyiapkan sejumlah program yang diprediksi akan dipadati jamaah, seperti salat tarawih dan witir, termasuk qiyamul lail pada 10 malam terakhir.
Kuliah subuh dan kajian jelang berbuka, digelar setiap pukul 16.00 di ruang studio.
Narasumber berasal dari pengasuh pondok pesantren, ustaz muda, dosen hingga habaib muda.
Tadarus Al Qur'an setiap usai tarawih.
Qiyamul lail mulai pukul 23.00 hingga 02.00 untuk menyongsong Lailatul Qadar.
“Kegiatan malam, termasuk witir dan qiyamul lail, kami perkirakan akan ramai seperti saat salat Jumat,” kata Mahmudi.
Baca juga: Pemkot Malang Siapkan Rp170 Miliar untuk Tanggung Warga BPJS PBI yang Dinonaktifkan
Setiap hari, masjid menyediakan 100 porsi makanan untuk berbuka.
Namun kontribusi jamaah membuat jumlahnya melonjak hingga 700 kotak nasi.
“Jamaah banyak yang menyumbang. Ada yang dibagikan sendiri, ada yang diserahkan ke takmir,” jelasnya.
Pada 10 hari terakhir Ramadan, tradisi makan bersama atau talaman juga akan digelar.
Untuk menghindari penumpukan, jamaah diimbau datang sekitar pukul 17.00.
“Setelah azan kami beri kurma dulu, lalu salat. Setelah salat baru kami bagikan makanan,” kata Mahmudi.
Selain ibadah umum, Masjid Agung Jami juga menyediakan layanan manasik haji mulai 3–20 Ramadan, terbuka bagi calon jemaah maupun masyarakat yang ingin belajar praktik ibadah haji.
Pesantren Ramadan bekerja sama dengan sekolah, seperti SMKN 7, SMAN 6, dan SMA Nala.
“Para siswa dibawa ke masjid untuk mengikuti kajian-kajian Ramadan,” tambahnya.
Baca juga: Selama Ramadan 2026, MBG di Kabupaten Malang Bakal Sajikan Menu yang Berbeda dari Biasanya
Menjelang Ramadan, pengurus masjid telah melakukan bersih-bersih dan pengecekan instalasi air serta listrik.
Mahmudi juga mengapresiasi kondisi Alun-Alun Merdeka yang kini lebih tertib usai revitalisasi.
Namun ia menyoroti keberadaan pedagang kaki lima (PKL) yang masih sering menutupi area masjid.
“Kami sudah mengimbau, tapi mereka kembali lagi. Kami tidak melarang karena sama-sama mencari rezeki, tapi mohon tertib. Jangan sampai mengganggu keluar-masuk masjid, apalagi nanti Ramadan makin ramai,” ucapnya.
Menurutnya, penertiban perlu diperkuat oleh petugas berwenang.
Mahmudi menutup dengan pesan bagi umat Muslim agar memaksimalkan ibadah di tengah kondisi ekonomi yang tidak menentu.
“Alhamdulillah kita masih dipertemukan dengan Ramadan. Semoga ini menjadi berkah. Manusia kadang hitung-hitungannya tak pas, tapi Allah pasti lebih tahu,” pungkasnya.