Miliki Ketinggian 60 Meter, RS Amanah Jadi Lokasi Pemantauan Hilal Ramadan 1447 H di Banjarmasin
Ratino Taufik February 15, 2026 05:52 PM

BANJARMASINPOST.CO.ID, BANJARMASIN – Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Kalimantan Selatan memastikan pelaksanaan rukyatul hilal untuk penentuan awal Ramadan 1447 Hijriah akan dipusatkan di puncak RS Amanah Banjarmasin.

Pemantauan hilal bakal digelar pada Selasa (17/2/2026) atau bertepatan 29 Syakban 1447 Hijriah.

Kepala Kanwil Kemenag Kalsel, Muhammad Tambrin mengatakan, penetapan lokasi tersebut dilakukan setelah mempertimbangkan aspek teknis, termasuk ketinggian bangunan, sudut pandang ufuk barat, serta kesiapan sarana pendukung pengamatan.

“Untuk pemantauan hilal tanggal 17 Februari nanti, kita tetapkan di puncak RS Amanah. Lokasi ini cukup representatif karena memiliki pandangan yang relatif terbuka ke arah matahari terbenam,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).

Sebelumnya, Kemenag Kalsel sempat menyiapkan dua opsi lokasi pemantauan di Kota Banjarmasin. Namun setelah dilakukan peninjauan dan evaluasi, puncak RS Amanah dipastikan menjadi titik resmi pelaksanaan rukyat tahun ini.

Pemantauan hilal akan melibatkan unsur Kemenag, Pengadilan Agama, Majelis Ulama Indonesia (MUI), organisasi kemasyarakatan Islam, serta para ahli falak.

Proses observasi dilakukan menjelang waktu Magrib dengan menggunakan teleskop dan perangkat optik pendukung, disertai pencocokan data hisab atau perhitungan astronomi.

Baca juga: Gelar Operasi Yustisi, 9 THM di Banjarbaru Dirazia Satpom TNI Lanud Sjamsudin Noor dan Gabungan

Tambrin menjelaskan, hasil rukyatul hilal dari Kalsel nantinya akan dilaporkan ke Kementerian Agama Republik Indonesia sebagai bagian dari data nasional dalam sidang isbat penetapan awal 1 Ramadan 1447 Hijriah.

“Keputusan final tetap menunggu hasil sidang isbat yang diumumkan pemerintah pusat. Data dari daerah menjadi bagian penting dalam proses tersebut,” jelasnya.

Sebagai informasi, RS Amanah Medical Centre Banjarmasin mulai dibangun pada 2022 dan menggelar soft opening pada Mei 2025.

Gedung bertingkat yang relatif baru ini memiliki area rooftop yang dinilai memadai untuk kegiatan observasi, termasuk pemantauan hilal.

Dibangun dengan 12 lantai dan memiliki ketinggian sekitar 60 meter, Amanah Medical Centre merupakan gedung tertinggi yang ada di Banjarmasin.

Terkait kemungkinan perbedaan awal Ramadan, Tambrin menyebut hal tersebut sebagai dinamika yang kerap terjadi karena adanya perbedaan metode penetapan.

“Pemerintah menggunakan metode hisab dan rukyat secara bersamaan, sementara ada organisasi yang menggunakan metode hisab. Perbedaan itu sudah menjadi bagian dari khazanah fikih dan dipahami bersama,” katanya.

Ia mengimbau masyarakat Kalsel untuk menunggu pengumuman resmi pemerintah serta tetap menjaga suasana kondusif dan persatuan umat dalam menyambut bulan suci Ramadan. (Banjarmasinpost.co.id/Muhammad Syaiful Riki)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.