BANJARMASINPOST.CO.ID - Menjelang Ramadan 2026, sejumlah umat muslim menjadi tradisi melakukan ziarah ke kubur.
Selain ziarah ke makam ulama, biasanya juga dilakukan mendatangi ke makam orangtua maupun saudara.
Bersih-bersih kubur juga dilakukan menjelang Ramadan 1447 Hijriah.
Ustadz Khalid Basalamah memberikan penjelasan mengenai ziarah ke makam menjelang Ramadan.
Baca juga: Gelar Operasi Yustisi, 9 THM di Banjarbaru Dirazia Satpom TNI Lanud Sjamsudin Noor dan Gabungan
Baca juga: Nasib Korban Dianiaya Bahar bin Smith, Anggota Banser Tangerang Kehilangan Pekerjaan
Menurut pendakwah Ustadz Khalid Basalamah, anjuran ziarah kubur langsung dari Nabi Muhammad SAW.
Namun, sebelumnya sempat dilarang oleh Rasulullah SAW.
Menurutnya, Ziarah berarti kunjungan ke tempat yang dianggap keramat atau mulia, makam, dan lain sebagainnya.
Sehingga ziarah kubur maknanya mendatangi kubur atau pemakaman.
Khalid Basalamah menerangkan anjuran berziarah berlandaskan hadist Bukhari.
"Sabda Nabi Muhammad SAW, Saya dahulu melarang ziarah kubur, namun sekarang berziarahlah. Pada satu riwayat lain mengatakan barang siapa ingin berziarah, maka berziarahlah, karena sesungguhnya ziarah kubur mengingatkan kita pada akhirat," jelas Ustadz Khalid Basalamah dilansir Banjarmasinpost.co.id dari kanal youtube Khalid Basalamah Official.
Baca juga: 183 Calon Jamaah Haji Banjarbaru Melaksanakan Manasik Haji Tingkat Kota
Ziarah kubur bagian dari sunnah Nabi Muhammad SAW, dan tujuannya agar mengingat hari pulang atau hari akhirat, karena setiap manusia pasti akan kembali kepada Allah SWT.
Sebagai seorang muslim, hal ini adalah bagian dari rukun iman yang kelima, yaitu iman kepada Hari Kiamat.
"Rangkaiannya adalah iman terhadap kematian, alam barzah, hari pembangkitan dan penimbangan amal shaleh dan amal buruk, kemudian ada surga dan neraka," terang Ustadz Khalid Basalamah.
Kuburan akan memberikan peringatan kepada yang berziarah, bahwa di dalam kuburan dan batu nisan itu ada seorang yang seperti orang yang berziarah itu.
Allah banyak memberi peringatan tentan kematian padahal hamba-hamba-Nya sibuk mengejar dunia sebagaimana termaktub dalam Surah At-Takatsur.
Baca juga: Jadwal Imsakiyah Ramadan 2026, Wilayah Banjar, Batola, Banjarmasin dan Banjarbaru
Surah At-Takatsur ayat 2
حَتَّىٰ زُرْتُمُ ٱلْمَقَابِرَ
ḥattā zurtumul-maqābir
Artinya: Sampai kamu masuk ke dalam kubur.
"Islam tidak melarang seseorang mengejar prestasi dunia, namun dengan mengejar ini tidak pula pada akhirat, mana halal dan haram atau tidak atau boleh, sehingga melanggar apa yang dilarang Allah, dan tidak berpikir adanya hisab di akhirat," paparnya.
Dulu sempat dilarang Nabi Muhammad SAW, maka sekarang sudah tidak lagi karena ziarah kubur manfaatnya besar.
Mengingatkan dan menyadarkan kepada seluruh kaum muslimin akan adanya hari pulang.
"Dan akan bertanggung jawab atas perbuatan, jika berbuat baik akan mendapat balasan yang baik pula, sebagaimana firman Allah di Surah Az-Zalzalah," urai Ustadz Khalid Basalamah.
Surah Az-Zalzalah ayat 7
فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُۥ
fa may ya’mal miṡqāla żarratin khairay yarah
Artinya: Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.
Berlaku pula sebaliknya dijelaskan di Surah Az-Zalzalah ayat 8
وَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَرَهُۥ
wa may ya’mal miṡqāla żarratin syarray yarah
Artinya: Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan sebesar dzarrahpun, niscaya dia akan melihat (balasan)nya pula.
Di saat berziarah hendaknya melepaskan sandal lalu mengucap salam kepada ahli kubur, bacaan salam yang dicontohkan Rasulullah SAW adalah sebagai berikut:
السَّلامُ عَلَيْكُمْ دَارَ قَوْمٍ مُؤْمِنينَ وَأتاكُمْ ما تُوعَدُونَ غَداً مُؤَجَّلُونَ وَإنَّا إنْ شاءَ اللَّهُ بِكُمْ لاحقُونَ
Assalâmu‘alaikum dâra qaumin mu’minîn wa atâkum mâ tû‘adûn ghadan mu’ajjalûn, wa innâ insyâ-Allâhu bikum lâhiqûn
Artinya: Assalamu’alaikum, hai tempat bersemayam kaum mukmin. Telah datang kepada kalian janji Tuhan yang sempat ditangguhkan besok, dan kami insyaallah akan menyusul kalian.
Usai membaca salam ini, Rasulullah SAW lalu menyambungnya dengan berdoa “Ya Allah, ampunilah orang-orang yang disemayamkan di Baqi’.”
(Banjarmasinpost.co.id/Mariana)