TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Titik baru pembangunan Sekolah Rakyat di Sulawesi Selatan (Sulsel) sudah ditentukan.
Sekolah rakyat jadi cara pemerintah memperluas akses pendidikan gratis bagi masyarakat miskin dan miskin ekstrem.
Program ini dirancang untuk menekan angka putus sekolah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia Indonesia.
Sulsel sendiri akan mendapat tambahan titik pembangunan Sekolah Rakyat di tahun 2026.
"Tambahan Ada 8 titik di Pangkep, Gowa, Selayar, Pinrang, Luwu, Luwu Utara, Toraja Utara, Enrekang," kata Kepala Satker Prasarana Strategis Sulsel Ditjen Prasarana Strategis Kementerian Pekerjaan Umum, Iwan kepada Tribun-Timur.com pada Minggu (15/2/2026).
Delapan titik baru ini menambah jumlah sekolah rakyat di Sulsel.
Sebelumnya sedang tahap pembangunan gedung permanen di 9 titik.
Total alokasi Rp 2,3 Triliun dikucurkan pembangunan sekolah rakyat di Sulsel, terbagi dalam dua paket.
Paket satu mendapat alokasi Rp 1,2 Triliun meliputi Sidrap, Wajo, Sopeng, Tana Toraja, dan Barru.
Badan Usaha Milik Negara (BUMN) PT Waskita Karya menjadi pemenang lelang konstruksi.
Sementara pada paket dua ialah Makassar, Takalar, Sinjai dan Bone dengan alokasi Rp 972 Miliar.
Paket 2 dimenangkan perusahaan BUMN lainnya PT Nindya Karya.
"Progresnya Ada sudah 15 persen, ada 12 persen," sambungnya.
Delapan titik baru sekolah rakyat akan menambah jumlah gedung permanen.
Hingga nantinya ada 17 gedung permanen Sekolah Rakyat di Sulsel.
Sejak di luncurkan pada Juli 2025, sebenarnya ada 16 sekolah rakyat di Sulsel namun masih menumpang pada aset milik pemerintah daerah.
Statusnya pun masih sekolah rintisan.
Nantinya murid sekolah rakyat rintisan akan dipindahkan ke gedung permanen
"Semua siswa tersebut akan dipindahkan ke sekolah baru. Kemudian pada tahun ajaran 2026–2027, kita juga akan merekrut siswa baru untuk jenjang SD, SMP, dan SMA," ujar Kepala Dinas Sosial Sulsel Abdul Malik.
Bangunan sekolah rintisan pun akan dikembalikan ke pemda.
Berdasarkan aturan sementara, setiap sekolah rakyat untuk jenjang SD hingga SMA terdiri dari tiga rombongan belajar dengan total 90 siswa.
Satu rombel berisi maksimal 30 siswa. (*)
Laporan Wartawan Tribun-Timur.com, Faqih Imtiyaaz