TRIBUNNEWS.COM - Barcelona masih belum melupakan soal pertandingan melawan Atletico Madrid di semifinal leg pertama Copa Del Rey lalu.
Pada pertandingan tersebut Barcelona kalah telak dengan skor 4-0 atas Atletico Madrid yang membuat langkah mereka di Copa Del Rey cukup berat.
Namun bukan hanya kekalahan itu saja yang membuat kubu Barcelona panas.
Mereka juga menyoroti kepemimpinan wasit Juan Martinez yang dianggap merugikan pihak El Barca.
Hal pertama yang menjadi sorotan Barca adalah pelanggaran keras yang dilakukan pemain Atletico, Giuliano Simeone.
Baca juga: Hasil Klasemen Liga Spanyol: 2 Penalti Vinicius Bawa Real Madrid ke Puncak Gusur Barcelona
Simeone dipandang pihak Barca melakukan dua pelanggaran keras kepada bek sayap mereka, Alejandro Balde, di dua babak berbeda.
Mereka memandang kedua pelanggaran itu pantas mendapatkan kartu kuning dan akhirnya berujung akumulasi.
Namun kenyataannya sang pemain tak mendapatkan hukuman itu dari wasit.
Simeone mengakhiri pertandingan hanya dengan satu kartu kuning berkat pelanggaran atas Balde di babak kedua.
Hal kedua yang menjadi sorotan besar Barcelona adalah gol dari Pau Cubarsi yang tak disahkan wasit.
Cubarsi sebenarnya mencetak gol di menit 52 yang bisa saja menipiskan ketertinggalan klubnya itu.
Namun wasit akhirnya membatalkan gol tersebut lantaran sang pemain dianggap sudah dalam posisi offside.
Dalam prosesnya, wasit menunggu bantuan dan proses VAR selama kurang lebih 8 menit lamanya.
Kedua kejadian itu membuat kondisi Barcelona tak kondusif melanjutkan pertandingan.
Setelah melalui pertimbangan matang, Los Cules resmi mengajukan protes ke Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) terkait pengalaman mereka di pertandingan tersebut.
Sebagaimana hal itu diumumkan El Barca di akun-akun resmi mereka, termasuk media sosial mereka.
"FC Barcelona dengan ini mengumumkan pada 14 Februari telah mengirimkan surat resmi ke RFEF....perihal keprihatian klub soal keputusan wasit yang berulang kali dianggap mencederai pertandingan dan tidak konsisten," tulis mereka.
Kini Barcelona tinggal menunggu respons RFEF soal protes mereka itu.
Pihak Federasi pastinya akan mengambil waktu beberapa saat untuk menelaah dan menilai soal keputusan dan kepemimpinan wasit di pertandingan tersebut sebelum menjatuhkan putusan.
(Tribunnews.com/Guruh)