TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Persib Bandung menghadapi situasi menegangkan menjelang pertemuan kedua kontra Ratchaburi FC pada babak 16 besar AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026. Beban tersebut muncul setelah hasil kurang bersahabat pada leg pertama.
Pada pertandingan yang digelar di Stadion Ratchaburi, Rabu (11/2/2026), Maung Bandung harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor telak 0-3.
Kekalahan itu memaksa tim asal Kota Kembang memburu selisih tiga gol demi membuka jalan menuju babak perempat final.
Kesempatan untuk membalikkan keadaan akan hadir pada Rabu (18/2/2026) di Stadion Gelora Bandung Lautan Api.
Misi tersebut jelas tidak ringan. Namun peluang untuk membalikkan keadaan belum sepenuhnya sirna bagi Persib Bandung.
Pengalaman masa lalu menjadi alasan optimisme itu tetap hidup. Anak asuh Bojan Hodak pernah membuktikan diri mampu bangkit dalam kompetisi ACL 2.
Sepanjang keikutsertaan mereka di ajang ini, Persib sudah dua kali mencatatkan comeback yang dikenang sebagai salah satu yang paling dramatis.
Jejak Comeback di Singapura
Kebangkitan pertama yang membekas terjadi pada musim ACL 2 2024/2025 saat Persib bertandang ke markas Lion City Sailors di Stadion Jalan Besar, Singapura, 8 November 2024.
Dalam pertandingan tersebut, Persib tertinggal dua gol lebih dulu di babak pertama.
Gol tim tuan rumah dicetak oleh Shawal Anuar (9') dan Maxime Lestienne (23').
Situasi ruang ganti kala jeda pertandingan berlangsung panas. Bojan Hodak menunjukkan reaksi keras, sementara para pemain Maung Bandung memperlihatkan tekad untuk tidak menyerah.
Perlahan tapi pasti, balasan pun datang. David da Silva mencetak gol pada menit ke-82, disusul sepakan keras Mateo Kocijan pada menit 90+3, lalu aksi Tyronne del Pino pada menit 90+5’.
Persib berhasil membalikkan keadaan dan keluar sebagai pemenang, walaupun pada akhirnya langkah mereka di musim tersebut terhenti di fase grup.
Drama Lebih Gila di Malaysia
Kisah kebangkitan yang bahkan lebih dramatis terjadi pada fase grup musim ini.
Saat itu, Persib bertandang ke markas Selangor FC (Malaysia) pada 6 November 2025 di Stadion MBPJ, Petaling Jaya.
Pertandingan baru berjalan tiga menit ketika Chrigor Moraes membawa tuan rumah unggul cepat.
Tekanan semakin berat setelah gol bunuh diri Patricio Matricardi membuat Pangeran Biru makin tertinggal di kandang lawan.
Namun Bojan Hodak kembali menunjukkan kecermatannya membaca situasi.
Memasuki babak kedua, Andrew Jung memperkecil ketertinggalan menjadi 1-2 pada menit ke-48.
Lalu, Adam Alis yang masuk dari bangku cadangan menuliskan bab penting dalam sejarah klub.
Dengan determinasi tinggi, ia mencetak dua gol pada menit ke-81 dan 90+7. Persib pun mengamankan tiga poin penuh melalui cara yang sangat mengesankan.
Modal Tambahan Jelang Leg Kedua
Kini, Persib Bandung memiliki kesempatan kedua yang mesti dimanfaatkan secara maksimal.
Pada dua momen kebangkitan sebelumnya, Maung Bandung hanya memiliki waktu pemulihan 3-4 hari sebelum kembali bertanding.
Kondisi kali ini berbeda. ILeague memutuskan tidak menjadwalkan Persib di Super League pada akhir pekan ini.
Pertandingan kontra Borneo FC dijadwalkan ulang ke bulan depan guna memberi ruang bagi Persib Bandung mempersiapkan diri secara optimal.
Semua faktor tersebut menjadi bekal psikologis dan teknis bagi Maung Bandung untuk mencoba menulis ulang cerita, kali ini di hadapan publik sendiri.
Catatan Pelatih
Untuk bisa lolos ke babak 8 besar AFC Champions League Two, Persib Bandung harus bisa mengalahkan Ratchaburi FC dengan skor lebih dari 3-0, di Stadion GBLA, Rabu (18/2/2026).
Sebab di leg pertama saat bermain di Thailand, Persib kalah 3-0 oleh Ratchaburi FC.
Dalam laga tersebut, Persib juga mampu meladeni permainan Ratchaburi, hingga menebar ancaman.
Bahkan peluang yang didapat mungkin lebih banyak Persib Bandung, namun tak ada yang berbuah gol.
Sedangkan serangan yang dilakukan oleh Ratchaburi tentu lebih efektif, terbukti dengan terciptanya tiga gol.
Bahkan ada sekitar 13 percobaan tembakan yang mengancam ke gawang Ratchaburi FC namun Persib tak bisa mencetak gol, saat disinggung hal itu Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, tak menyangkalnya.
"Lihat, mereka bisa mencetak gol dan seharusnya kami juga bisa mencetak gol," ujar Bojan, setelah melatih anak asuhnya, di Stadion GBLA, Kota Bandung, Minggu (15/2/2026).
Bojan juga mengaku, ada hal yang harus diperbaiki timnya, untuk menghadapi leg kedua.
"Kami harus memperbaiki kesalahan yang dilakukan di laga pertemuan pertama. Kami harus mengubahnya, dan kami sebenarnya memiliki peluang, tapi penyelesaian akhir kami harus lebih baik," kaya Bojan.
Penyelesaian akhir, menjadi hal yang harus diperbaiki untuk leg kedua, sebab Persib harus mencetak gol cukup banyak untuk bisa lolos ke babak selanjutnya, yakni lebih dari tiga gol.