Para Pedagang Pasar Baru Bandung Munggahan, Siapkan Fashion Baru Sambut Ramadan dan Lebaran
Muhamad Syarif Abdussalam February 15, 2026 05:40 PM

TRIBUNJABAR.ID, BANDUNG - Suasana kebersamaan terasa kental di Pasar Baru ketika para pedagang menggelar tradisi munggahan menyambut datangnya Ramadan, Minggu (15/02/2026). Momentum tersebut menjadi ruang temu yang hangat melalui makan bersama sebelum memasuki bulan suci.

Kegiatan itu bukan sekadar botram. Para pelaku usaha juga sudah mulai menyiapkan koleksi busana terbaru untuk memenuhi kebutuhan Ramadan hingga Idulfitri. Etalase-etalase disiapkan dengan sentuhan berbeda demi menarik perhatian pembeli.

Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru (HP2B) Iwan Suhermawan mengaku tersentuh melihat soliditas para pedagang, terlebih karena suasana toleransi terasa begitu kuat menjelang Ramadan.

"Acara Munggahan untuk menjalin silaturahmi tidak sebatas muslim justru non muslim ikut mendukung tenaga dan dana, toleransi sesama pedagang cukup tinggi," ujar Iwan.

Ia menuturkan, agenda tersebut bukan hanya menjadi ajang mempererat hubungan, tetapi juga momentum persiapan menyambut lonjakan aktivitas selama Ramadan.

"Kami mempersiapkan kebersihan, keamanan dan kenyamanan pengunjung Pasar Baru selama Ramadan," ujar Iwan.

Para pedagang Pasar BAru mengge
Para pedagang Pasar Baru menggelar tradisi munggahan menyambut datangnya Ramadan, Minggu (15/02/2026).

Di sisi lain, Sekjen HP2B Yenda menyampaikan bahwa tradisi menjelang Ramadan di Pasar Baru selalu diisi dengan kegiatan bernuansa budaya dan kearifan lokal melalui munggahan.

"Ini merupakan acara silaturahmi dan saling memaafkan. Di samping itu, kami juga membuat program unggulan untuk Pasar Baru, seperti menyediakan model-model baru fashion, show window, pelayanan khusus, dan harga khusus," ujar Yenda.

Ia menjelaskan, strategi menarik minat pengunjung selama Ramadan juga dilakukan lewat penawaran harga promo. Kebijakan tersebut nantinya disesuaikan dengan keputusan masing-masing pemilik toko, namun program harga khusus dipastikan tersedia.

Menurut Yenda, komoditas yang akan diperbanyak selama Ramadan adalah busana muslim, mulai dari baju koko hingga gamis dengan rancangan terkini mengikuti tren.

"Ada beberapa desain yang belum kami keluarkan. Khusus Ramadan nanti akan keluar desain-desain baru, jadi silakan kunjungi outlet-outlet kami yang ada di Pasar Baru," ujar Yenda.

Harapan besar disematkan agar jumlah pengunjung meningkat dibandingkan tahun sebelumnya. Optimisme itu muncul seiring persiapan yang lebih matang.

"Pasar Baru masih menjadi salah satu destinasi yang paling menarik di Kota Bandung.Kami juga akan memberikan layanan terbaik agar pengunjung meningkat," ujarnya .

Ia menilai produk fesyen muslim tetap menjadi buruan utama masyarakat. Baju koko, perlengkapan salat, serta gamis dengan desain terbaru disebut sebagai item yang paling banyak dicari pembeli.

“Kalau dilihat dari tren saat ini, insyaallah tahun ini kita bisa rebound. Ini momentum Pasar Baru untuk bangkit setelah tahun-tahun pasca-Covid,” ungkapnya optimistis.

Untuk arah tren tahun ini, Yenda memprediksi material seersucker atau yang dikenal sebagai “seal” serta tencel akan mendominasi pilihan busana muslim.

Bahan tencel yang mayoritas masih didatangkan dari luar negeri dipasarkan di kisaran Rp400 ribu hingga Rp700 ribu. Sementara material seal dibanderol mulai Rp175 ribu, dengan kategori lain berada di rentang Rp250 ribu.

Dari palet warna, nuansa lembut dan natural diperkirakan menjadi favorit. Warna kulit, putih kekuningan, hingga cream yang populer disebut “warna bumi” diprediksi menjadi pilihan konsumen.

Ia juga menambahkan bahwa pengunjung Pasar Baru saat Ramadan tidak hanya berasal dari Kota Bandung. Pembeli datang dari berbagai daerah di Jawa Barat, bahkan Jakarta. Wisatawan mancanegara pun mulai berdatangan, terutama dari Brunei dan Malaysia.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.