Penjualan Minyak Venezuela Tembus Rp15,5 Triliun, Dana Dipindah dari Qatar ke Rekening AS
Ardrianto SatrioUtomo February 15, 2026 05:42 PM

Pendapatan dari penjualan minyak Venezuela dilaporkan telah menembus sekira Rp15,5 triliun. Pemerintah Amerika Serikat memastikan dana tersebut kini tidak lagi disimpan di rekening berbasis di Qatar, melainkan dipindahkan ke rekening Departemen Keuangan AS.

Menteri Energi AS, Chris Wright, pada Kamis (12/2/2026) menjelaskan bahwa sebelumnya dana hasil penjualan minyak ditempatkan di rekening Qatar yang sepenuhnya dikendalikan pemerintah AS sebelum akhirnya disalurkan kembali ke Venezuela.

Namun, saat ini dana tersebut telah ditempatkan langsung di Departemen Keuangan AS dan tidak lagi dikirim ke Qatar.

Sebelumnya, pemerintah AS sempat menyetor sekitar 500 juta dollar AS atau setara Rp7,7 triliun ke rekening di Qatar sebelum dana tersebut dipindahkan kembali.

Skema itu memicu pertanyaan dari kalangan Demokrat di Kongres AS terkait transparansi dan legalitasnya.

Senator Chuck Schumer dan Adam Schiff mengajukan rancangan undang-undang agar dilakukan audit independen atas rekening tersebut.

Wright menjelaskan bahwa penempatan dana di Qatar dilakukan.

Untuk menghindari risiko penyitaan oleh kreditur apabila dana langsung ditempatkan di rekening bank AS.

Ia menyebut Venezuela memiliki banyak kreditur dengan nilai utang sangat besar.

Sehingga terdapat potensi pembekuan dana apabila disimpan di perbankan AS.

Selain itu, pemerintah AS memiliki perjanjian jangka pendek untuk menjual tambahan minyak mentah Venezuela senilai 5 miliar dollar AS atau sekitar Rp77,5 triliun dalam beberapa bulan ke depan.

Minyak tersebut telah dikirim ke kilang di AS dan Eropa.

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.