TMMD Bangka Selatan Bangun Jalan 5,5 Km di Desa Penutuk, Akses Warga Mulai Terbuka
Asmadi Pandapotan Siregar February 15, 2026 06:03 PM

BANGKAPOS.COM, BANGKA -- Program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) Ke-127 Kodim 0432/Bangka Selatan mulai memasuki tahap pemadatan badan jalan penghubung antar dusun di Desa Penutuk, Kecamatan Lepar, Kabupaten Bangka Selatan, Minggu (15/2/2026).

Deru alat berat terdengar sejak pagi. Grader meratakan hamparan tanah merah, sementara vibro roller memadatkan badan jalan yang baru ditimbun. Pengerjaan ini menjadi bagian penting dalam pembangunan jalan sepanjang 5,5 kilometer yang selama ini diharapkan warga.

Dansatgas TMMD Ke-127, Letkol Inf Agus Wicaksono bilang saat ini pihaknya mulai melakukan pemadatan badan jalan penghubung antar dusun. Kondisi ini membuka harapan baru bagi warga yang selama ini bergantung pada jalur tersebut untuk mengangkut hasil pertanian. Alhasil, akses jalan yang sulit dan berlumpur saat musim hujan menjadi keluhan warga kini mulai terurai.

“Saat ini sasaran fisik utama berupa pembangunan jalan penghubung antar dusun sepanjang 5,5 kilometer di Desa Penutuk sudah memasuki tahap pemadatan badan jalan,” kata dia kepada Bangkapos.com, Minggu (15/2/2026).

Menurutnya pemadatan dilakukan setelah proses perataan dan penimbunan menggunakan tanah puru rampung dikerjakan. Tahapan ini menjadi bagian krusial dalam memastikan konstruksi jalan memiliki daya tahan yang kuat dan permukaan yang rata. Sehingga dapat dimanfaatkan dalam jangka panjang oleh masyarakat.

Untuk mempercepat sekaligus mengoptimalkan pengerjaan, Satgas TMMD menurunkan sejumlah alat berat ke lokasi pekerjaan. Alat berat yang digunakan meliputi excavator, grader, dan loader yang berfungsi menunjang proses perataan, penimbunan, hingga pemadatan badan jalan. Dengan dukungan alat berat, hasil pemadatan bisa maksimal dan sesuai standar yang ditetapkan

“Setelah diratakan dan ditimbun, pemadatan menjadi tahap penting agar badan jalan benar-benar kuat dan tidak mudah rusak,” ujar Agus.

PEMADATAN JALAN -- Sejumlah alat berat grader ketika  melakukan pemadatan badan jalan penghubung menuju area persawahan di Desa Penutuk, Minggu (15/2/2026). Pemadatan dilakukan dalam program TMMD Ke-127, di mana TNI mengawasi langsung proses pengerjaan guna memastikan kualitas konstruksi jalan.
PEMADATAN JALAN -- Sejumlah alat berat grader ketika  melakukan pemadatan badan jalan penghubung menuju area persawahan di Desa Penutuk, Minggu (15/2/2026). Pemadatan dilakukan dalam program TMMD Ke-127, di mana TNI mengawasi langsung proses pengerjaan guna memastikan kualitas konstruksi jalan. (Istimewa/ Dok Supri)

Ia menambahkan, pengerjaan jalan penghubung tersebut tidak hanya ditujukan untuk membuka akses antar dusun. Akan tetapi, menjadi jalur vital menuju area persawahan dan perkebunan warga. Selama ini, kondisi jalan yang terbatas kerap menyulitkan masyarakat, terutama saat mengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok.

Kualitas pekerjaan menjadi prioritas utama dalam seluruh rangkaian kegiatan TMMD. Pembangunan infrastruktur desa tidak semata mengejar target waktu penyelesaian, tetapi harus memperhatikan mutu agar manfaatnya dapat dirasakan dalam jangka panjang. Maka dari itu, pengerasan dan pemadatan badan jalan dilakukan secara bertahap dengan pengawasan ketat agar hasilnya kuat, rata, dan tahan lama.

“Kami tidak hanya mengejar target waktu, tetapi juga mengutamakan mutu,” tegasnya.

Kendati demikian kata Agus Wicaksono peningkatan infrastruktur jalan di Desa Penutuk dinilai sangat strategis karena menyentuh langsung kebutuhan dasar masyarakat. Jalan yang layak akan membuka keterisolasian wilayah, memperlancar akses transportasi, serta menunjang distribusi hasil pertanian dan perkebunan warga ke pusat-pusat ekonomi.

Secara keseluruhan, pelaksanaan TMMD Ke-127 di Desa Penutuk tidak hanya berfokus pada pembangunan fisik semata, melainkan diarahkan untuk mendorong kesejahteraan masyarakat desa. Melalui pembangunan jalan penghubung dan penyediaan air bersih, TMMD diharapkan menjadi solusi nyata dalam mempercepat pembangunan desa sekaligus memperkuat ketahanan ekonomi dan sosial masyarakat setempat.

“Dengan jalan yang baik, mobilitas warga akan lebih lancar. Distribusi hasil pertanian juga menjadi lebih mudah dan efisien, sehingga berdampak pada peningkatan perekonomian masyarakat,” ucap Agus. (Bangkapos.com/cepi Marlianto)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.