WARTAKOTALIVE.COM, BEKASI----Momentum Hari Raya Imlek dan jelang Ramadan memberi keberkahan bagi para produsen kue keranjang di Cikarang, Kabupaten Bekasi.
Seperti produsen kue keranjang Dodol Cina Cikarang (DCC) Jalan Setia Budi 2, Kampung Bulak RT 05 RW 04 Desa Karangasih, Kecamatan Cikarang Utara yang kebanjiran pesanan hingga mencapai empat kali lipat dari hari biasa.
Pantauan Tribun Bekasi di tempat produksi, sejumlah pegawai bekerja menyiapkan bahan baku dodol, lalu mempersiapkan cetakan dan bungkusan sebelum dikukus.
Proses pengukusannya juga masih tradisonal dengan menggunakan tungku berbahan kayu bakar.
Setelah selesai dikukus, pegawai mengangkatnya untuk melakukan pendinginan sebelum dilakukan packing atau pembungkusan dan pemasangan stiker merk.
Imas Siti Masitoh (27) mengungkapkan, peningkatan pesanan mulai dirasakan menjelang Natal 2025 lalu.
Pesanan semakin meningkat ketika satu pekan menjelang imlek, bahkan hari ini pesanannya semakin meningkat hingga empat kali lipat.
Baca juga: Bandeng Jumbo Berkilau di Rawa Belong, Tradisi Imlek Dongkrak Omzet Pedagang
"Alhamdulillah mencapai 4 kali lipat, hari biasa paling produksi sekitar 2 ton, sekarang 5 ton lebih," kata Imas saat diwawancara pada Minggu (15/2/2026).
Mayoritas kue keranjang yang diproduksi telah dipesan. Namun dia kerap melebihkan produksi untuk memfasilitasi pembeli yang datang langsung.
Untuk harga eceran, Dodol Cina Cikarang dibanderol Rp 30.000 per kilogram yang terdiri dari tiga buah kue.
“Tapi biasanya enggak banyak, karena habis. Paling produksi lagi,” ucapnya.
Kue keranjang buatannya ini telah dipasarkan di banyak kota di area Jabodetabek. Ada juga pembeli dari Sukabumu, Sumedang, Subang, daerah Jawa, nahkan pernah diekspor hingga Jepang, Australia sampai Arab Saudi.
“Itu yang keluar biasanya memang orang Indonesia yang pesan khusus. Yang banyak Jabodetabek, ada Subang, Sukabumi, Banten, daerah Jawa juga ada," kata dia.
Pembeli tak hanya untuk keperluan imlek, ada juga warga biasa yang memesan untuk momen ramadan juga.
"Peningkatannya terus berlanjut, karena ada momen imlek dan ramadan juga. Dan mudah-mudahan nanti disambung untuk lebaran," jelas dia.
Adanya peningkatan pesananan ini, pihaknya menambah pekerja yang awalnya hanya 20 orang menjadi 40 orang.
Proses produksinya juga dilakukan hampir 24 jam, khususnya untuk proses pengukusan.
"Ada penambahan karyawan aja normal 20 orang sekarang 40 orang lebih," kata dia.
Untuk proses produksinya, dodol cina cikarang ini berbahan ketat yang terlebih dhaulu dicuci.
Lalu, masak gula dan dibuat karamel agar keluar warnanya dan didiamkan sampai dingin.
"Setelah itu diadonin, dicetak dan dikukus. Setelah dipacking dan pasang stiker merk," imbuhnya.
Ia menambahkan, sudah enam tahun memproduksi kue keranjang atau dodol cina ini.
Pada tahun 2020, ia habis kontrak kerjanya sehingga bereksperimen membuat kue keranjang.
Awalnya memproduksi untuk pribadi dan keluarga. Setelah coba dipasarkan, kue keranjang buatannya justru mendapatkan respons positif.
Dari mulai hanya memproduksi 1-2 kilogram setiap hari, pesanannya melonjak hingga 2 ton per hari.
“Mulanya buat terus dicoba ke keluarga, ke tetangga. Beraniin jual di facebook, di marketplace, ternyata banyak yang suka. Alhamdulillah bisa sekarang bisa sampai 40 drum atau mau 2 ton, karena memang banyak yang pesan,” ucap dia.
Dirinya sebenarnya tidak memiliki darah Tiongkok. Resep kue keranjang buatannya pun didapat dari hasil menonton Youtube.
Akan tetapi dia meyakini setiap usaha akan mendapatkan hasilnya bila dikerjakan dengan sungguh-sungguh. Dari awalnya berhenti bekerja, menganggur, dia kini bisa memekerjakan tetangga dan saudaranya hingga berjumlah 40 orang.
“Alhamdulillah bisa membantu juga, ada keberkahannya di situ. Kebetulan memang suka juga kulineran,” ucap dia. (MAZ)