TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR – Tomas Trucha menghadapi masa sulit bersama PSM Makassar.
Pelatih berpaspor Republik Ceko ini gagal mengangkat performa PSM Makassar di putaran kedua.
Performa inkonsisten ditunjukkan PSM Makassar sejak ditangani Tomas Trucha.
Di awal kedatangannya, Tomas Trucha sempat memberi harapan baru. Tiga kemenangan beruntun didapat PSM Makassar.
Namun, setelah itu rentetan hasil buruk didapat.
Tujuh laga dilewati tanpa kemenangan, dua imbang dan lima kekalahan.
Hasil minor tersebut baru diputus setelah mengalahkan PSBS Biak 2-1 pada pekan 20 Super League 2025/2026, Minggu (8/2/2026).
Baca juga: Berjuanglah PSM ku Tak Lagi Berkumandang, GBH Kehilangan Euforia!
Bukannya konsisten, PSM Makassar kembali terjungkal di pekan 21.
Tim Juku Eja dipermalukan Dewa United 0-2 di Stadion BJ Habibie, Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), Sabtu (14/2/2026).
Kekalahan tersebut membuat PSM Makassar tak pernah menang di lima laga kandang.
Tak hanya soal kemenangan, permainan PSM Makassar di tangan Tomas Trucha seperti kehilangan karakter.
Bertindak sebagai tuan rumah, PSM Makassar justru bermain bertahan. Mereka menunggu di areanya untuk digempur.
Klub kebanggaan masyarakat Sulsel ini pun tertahan di posisi 13 dengan 23 poin.
Selain Tomas Trcuha, performa ditunjukkan pemain PSM Makassar di lapangan juga kurang.
Aloisio Neto Soares cs kehilangan karakter daya juangnya. Mereka tak terlihat menekan lawan ketika menguasai bola.
Ultimatum layak diberikan kepada Tomas Trucha bersama pemainnya untuk berbenah.
Jika tidak, posisi Laskar Ayam Jantan dari Timur bakal semakin terpuruk.
Pengamat Sepak Bola Assegaf Razak menyebut, pelatih bersama pemain PSM Makassar patut diberi warning dan dievaluasi.
Khawatirnya, kalau tak diingatkan, mereka tak terbebani.
“Diberikan warning, jangan seenaknya. Kalah harus ada tanggung jawab (pelatih dan pemain),” sebutnya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu (15/2/2026).
Assegaf juga mendorong peran manajemen di situasi sulit seperti ini. Manajemen wajib hadir memberikan motivasi.
“Peran manajemen sangat penting, bukan hanya pelatih. Manajemen perlu memotivasi pemain bangkit,” tegas mantan Pelatih PSM Makassar ini.
Hal senada disampaikan Pengamat Sepak Bola Toni Ho.
Ia mengatakan, manajemen lebih tahu evaluasi dilakukan. Cuma ia tak ingin ikut campur ke dalam.
“Mereka (manajemen) punya hak untuk mengevaluasi pelatih dengan hasil dicapai,” katanya saat dihubungi Tribun-Timur.com, Minggu.
Toni Ho menyoroti permainan PSM Makassar di dua laga kandang terakhir.
Ia merasa PSM Makassar seperti tak bermain di markas.
Tak ada pressing ketat ditunjukkan pemain PSM Makassar ketika lawan menguasai bola. Lawan pun berbuat seenaknya.
“Hampir seluruh pemain tampil begitu. Tidak ada semangat, seakan-akan bermain bola sangat malas. Ada apa ini,” tegasnya dengan nada meninggi.
Pelatih berlisensi AFC Pro ini melanjutkan, transisi positif Laskar Ayam Jantan dari Timur hampir tak ada.
Akibatnya, tembakan dilepas minim. Cuma tujuh tembakan, itu pun hanya dua tepat ke gawang.
“Pemain sangat minim lepas tembakan, padahal sudah masuk daerah target,” tuturnya.
Selain itu, Toni Ho menilai pemain PSM Makassar banyak salah passing dan kontrol.
Padahal, hal tersebut sangat fundamental dalam sepak bola.
Skuad yang ada di tim ini adalah pemain profesional. Direkrut karena punya latar belakang bagus dan punya pengalaman.
“Oke manusiawi kesalahan adam tapi kalau volumenya banyak, ada apa ini,” ujarnya.
Toni Ho menyebut, PSM Makassar seperti kehilangan karakternya sekarang.
Tidak ada permainan cepat, berani berduel, ngotot dan daya juang tinggi.
PSM Makassar itu cepat terukur, ngotot, pantang menyerah,” tegasnya.
Klasemen Super League

















