Laporan Wartawan TribunPalu.com, Abdul Humul Faaiz
TRIBUNPALU.COM, PARIGI MOUTONG – Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (15/2/2026), menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektare.
Dugaan awal, api dipicu Puntung Rokok pengendara motor.
Berdasarkan informasi dari Pusdalops BPBD Parigi Moutong, kebakaran terjadi sekitar pukul 11.15 WITA.
Laporan pertama diterima BPBD pada pukul 11.29 WITA.
Api muncul di kawasan hutan dan lahan kering di Desa Bondoyong.
Baca juga: Pemantauan Cuaca di Parigi Moutong Sulteng, Hujan Ringan Hanya di Sejumlah Kecamatan
Kondisi vegetasi yang didominasi semak, ranting, dan daun kering membuat api cepat menjalar.
BPBD mencatat luas wilayah terbakar mencapai ±1 hektare.
Tidak ada korban jiwa maupun rumah warga yang terdampak dalam kejadian tersebut.
Plt Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong, Mohammad Rivai, telah menerima data kebaran tersebut.
“Luas lahan terbakar kurang lebih satu hektare dan api sudah padam, tadi ditangani bersama aparat desa dan masyarakat,” ujarnya kepada TribunPalu.com.
Ia menyebut dugaan sementara penyebab kebakaran adalah Puntung Rokok yang dibuang pengendara di Jalan Trans Sulawesi.
Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di Desa Bondoyong, Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Minggu (15/2/2026), menghanguskan lahan seluas kurang lebih satu hektare. Dugaan awal, api dipicu Puntung Rokok pengendara motor.
(Handover/Handover)Namun, BPBD Parigi Moutong tetap mengimbau masyarakat untuk lebih berhati-hati saat beraktivitas di sekitar kawasan hutan.
Dalam laporan resminya, BPBD juga menyampaikan langkah koordinasi dengan aparat desa serta pemadaman oleh warga setempat.
Hingga saat ini, tidak ada kebutuhan mendesak yang dilaporkan.
Adapun unsur yang terlibat di lapangan yakni aparat desa dan masyarakat sekitar.
Situasi terakhir dilaporkan aman dan api telah berhasil dipadamkan.
BPBD Parigi Moutong kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak membuang puntung rokok sembarangan dan tidak melakukan pembakaran lahan, guna mencegah karhutla berulang di tengah musim kering yang masih berlangsung.
Desa Bondoyong merupakan satu dari 11 desa di wilayah administrasi Kecamatan Sidoan, Kabupaten Parigi Moutong, Provinsi Sulawesi Tengah.
Secara geografis, wilayah ini berada di pesisir utara dan termasuk daerah yang cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten.
Baca juga: Cerita Konten Kreator Selusuri Rute Tambang Emas di Diapati Buol, Ungkap Warung Kopi di Hutan
Berdasarkan data statistik wilayah, jarak dari Bondoyong ke Kota Parigi mencapai sekitar 139,8 kilometer melalui jalur darat.
Jika ditempuh menggunakan kendaraan roda dua maupun roda empat, perjalanan dari Parigi menuju Sidoan umumnya memakan waktu sekitar 4 hingga 5 jam dalam kondisi normal.
Jarak yang cukup jauh dari ibu kota kabupaten membuat respons awal terhadap kejadian darurat sangat bergantung pada kesiapsiagaan aparat desa dan masyarakat setempat.
Meski begitu, BPBD telah menempatkan Pos Tim Reaksi Cepet (TRC) di Kecamatan Tinombo, yang jaraknya lebih dekat dsri Desa Bondoyong sekutar 30 kilometer.
Dalam kasus Karhutla di Bondoyong, warga menjadi pihak pertama yang melakukan pemadaman sebelum tim BPBD tiba di lokasi.
Kondisi geografis berupa perbukitan dan lahan kering di sebagian wilayah Sidoan juga menjadi faktor yang perlu diantisipasi, terutama saat cuaca panas dan angin kencang yang berpotensi mempercepat penyebaran api.(*)