TRIBUNNEWSBOGOR.COM - Chat terakhir siswa SMPN 26 Bandung berinisial ZAAQ yang tewas mengenaskan ternyata merupakan pesan palsu.
Chat terakhir ZAAQ yang mengabarkan dirinya diculik itu ternyata hasil rekayasa pelaku setelah membunuh ZAAQ.
Isi chat itu juga sempat beredar di media sosial setelah dibagikan oleh rekan korban yang menerima chat itu.
"Je aing diculik anjir pas balik mawa duit, aing teu apal iye dimana. Jol dibawa kana mobil aing (Je aku diculik pas pulang bawa duit, aku gak tau ini di mana. Dibawa pakai mobil aku)," tulis isi chat tersebut.
Namun setelah pelaku ditangkap yakni YA (16) dan APM (17), terungkap bahwa chat itu adalah bagian dari skenario licik pelaku.
Rupanya HP korban digunakan pelaku usai melakukan pembunuhan.
Dia menyebarkan chat pesan palsu ke beberapa rekan korban.
"HP korban ini digunakan oleh pelaku untuk memunculkan alibi seolah-olah korban itu masih hidup," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko N Adi Putra, Minggu (15/2/2026) dikutip dari Tribun Jabar.
"Dia mengirim pesan ke beberapa rekan korban, menyebutkan 'saya diculik'," imbuhnya.
Sebelum jasad korban ditemukan, ZAAQ sempat dikabarkan hilang oleh keluarganya.
Bahkan pihak keluarga juga sempat menemui pelaku didampingi RT untuk mencari keberadaan korban saat masih hilang.
Di sana, pelaku juga bersandiwara di hadapan keluarga korban dan Pak RT.
"Dikumpulkan oleh Pak RT, ditanyakan pernah melihat korban tidak, dan pelaku mengaku tidak pernah melihat. Di situ sudah muncul alibi-alibi bohong," jelas Niko.
Selain itu, pelaku juga berusaha menghilangkan jejak.
Yaitu dengan merusakan ponsel milik korban setelah menyebarkan chat palsu.
"Pelaku ingin memunculkan sosok korban yang seolah-olah masih hidup. Dia yang melakukan semuanya, mengirim pesan 'saya diculik'. Setelah itu, ponsel korban dirusak untuk menghilangkan jejak," ungkap Kapolres.
Seperti diketahui, jasad korban ditemukan tak sengaja oleh seorang konten kreator TikTok yang sedang live atau siaran langsung.
Korban ditemukan tepatnya di area bekas objek wisata Kampung Gajah, Desa Cihideung, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat pada Jumat (13/2/2026) malam.
Tak butuh waktu lama setelah jasad korban ditemukan, polisi yang melakukan penyelidikan langsung menangkap pelaku di balik tewasnya ZAAQ.
Kepolisian mengungkap bahwa ternyata ZAAQ dibunuh dua orang pelaku yang berinisial YA (16) dan APM (17).
Pelaku mengaku bahwa pembunuhan itu dilakukan karena pelaku sakit hati setelah korban memilih putus pertemanan.
Pembunuhan itu dilakukan pada Senin (9/2/2026) lalu, sampai kemudian jasad korban ditemukan pada Jumat (13/2/2026).