TRIBUN-MEDAN.com - Bocah 2 tahun dianiaya pacar ibunya di Karawang mengalami kondisi yang cukup parah.
Lidahnya ditarik dengan tang dan mata dipukul pakai benda tumpul.
Korban inisial NA telah tiga kali dianiaya pacar ibunya.
Ibu korban, Ita terus menangis melihat kondisi anaknya.
Ia tak menyangka pacarnya tega melakukan itu kepada anak yang masih berusia 2 tahun.
Ita mengaku baru mengenal pelaku selama 3 bulan.
Peristiwa penganiayaan NA itu terjadi di sebuah hotel tempat korban dan ibunya menginap.
Ita mengatakan, awalnya check-in sekitar pukul 13.00 WIB bersama anaknya.
Menjelang dini hari, pelaku menghubunginya melalui pesan singkat dan menanyakan apakah anaknya sudah tidur.
Tak lama kemudian, pelaku datang dan pura-pura mengeluh sakit perut serta mengaku belum makan setelah pulang kerja.
Pelaku Ialu meminta tolong agar dibelikan makanan.
"Saya sempat menolak karena sudah malam, kok nyuruh cewek keluar malam beli nasi goreng, kata dia masih ramai," kata Ita di RSUD Karawang, Minggu (15/2/2026).
Baca juga: TEGAS! Jamintel Reda Manthovani Warning Seluruh Kajari di Sumut, Contohkan Penangkapan Kajari Palas
Baca juga: Terekam CCTV Detik-detik Driver Ojol Jadi Korban Pembegalan Tiga Orang di Jalan Veteran Medan
Sebelum pergi, Ita meminta pelaku menunggu di luar kamar karena anaknya baru saja tertidur.
Namun saat kembali, pelaku sudah berada di dalam kamar dalam kondisi gelap.
Saat masuk, Ita mendapati pemandangan mengerikan saat melihat anaknya tergeletak dengan bercak darah di seprai tempat tidur.
Mata korban disebut sudah memutih, lidah menjulur, dan tubuhnya kaku.
Pelaku terlihat mengelap darah di tubuh anak itu.
Saat itu pelaku sempat mengelak dan mengatakan korban terjatuh dari kasur.
"Itu matanya dipukul, mulut dan lidahnya itu dijepit, langsung ditarik sama dia, awalnya dia ngaku anak ini jatuh posisinya sujud, sedangkan di kamar hotel itu lantainya nggak ada yang tajam," kata Ita.
Selama tiga bulan berpacaran dengan pelaku, perlakuan kasar terhadap anaknya bukan kali pertama terjadi.
"Ini yang ketiga kali (anak dianiaya)," katanya.
Penganiayaan yang pertama digigit, lalu yang kedua digigit bagian tangan sama iga si anak sampai bengkak.
Pelaku diketahui telah lama dikenal keluarga korban karena merupakan teman dari suami kakaknya dan bekerja sebagai sopir ekspedisi.
Namun hubungan asmara dengan ibu korban baru terjalin sekitar tiga bulan terakhir.
Lapor Polisi
Kasus ini kini telah dilaporkan kepada pihak berwajib hingga pelaku telah ditangkap dan diproses hukum.
Kepala Seksi Humas Polres Karawang, Ipda Cep Wildan, menjelaskan, peristiwa itu terjadi di sebuah kamar hotel di wilayah Karawang Barat pada Kamis (12/2/2026) sekitar pukul 02.00 WIB.
Saat itu ibu korban sempat meninggalkan kamar untuk membeli makanan.
Namun ketika kembali ke kamar, ia mendapati buah hatinya dalam kondisi terluka parah dan bersimbah darah.
Pelaku diduga melakukan tindakan keji tersebut karena emosi sesaat saat korban terus menangis.
"Saat ini pelaku ditahan di rumah tahanan Mapolres Karawang," kata Wildan
(*/tribun-medan.com)