Begini Skema Distribusi MBG Selama Ramadan 1447 Hijriyah di Sumatera Selatan
tarso romli February 15, 2026 07:26 PM

 

SRIPOKU.COM, PALEMBANG - Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari Badan Gizi Nasional (BGN) dipastikan tetap berjalan selama Ramadan dengan skema distribusi yang disesuaikan.

Kepala Kantor Pelayanan Pemenuhan Gizi (KPPG) Palembang Dr Nurya Hartika Sari mengatakan, penyesuaian ini dilakukan berdasarkan petunjuk teknis pelaksanaan.

Untuk ibu hamil, balita, dan ibu menyusui, distribusi MBG tetap dilakukan seperti biasa yakni menu siap santap dengan koordinasi bersama posyandu dan dapur MBG terkait.

Sementara itu, untuk sekolah, distribusi dilakukan dengan skema makanan tahan lama yang dibagikan maksimal untuk tiga hari.

Dalam sepekan, distribusi dilakukan dua kali, yakni setiap Senin dan Kamis.

Pada Senin, makanan didistribusikan untuk kebutuhan Senin hingga Rabu. Sedangkan pada Kamis, didistribusikan untuk Kamis hingga Sabtu.

Menu yang disiapkan berupa makanan tahan lama seperti biskuit, telur asin atau telur rebus, kurma, susu, dan lainnya, dengan komposisi yang tetap disesuaikan oleh ahli gizi dan SSPBG masing-masing sekolah.

Adapun untuk pesantren, pola distribusi tetap menggunakan makanan siap saji, namun waktu pembagian diubah.

Jika sebelumnya dibagikan pagi atau siang hari, selama Ramadan makanan akan disiapkan siang hari dan didistribusikan menjelang waktu berbuka puasa.

"Distribusinya normal selama Ramadan semua siswa tetap dapat MBG hanya waktu dan pola distribusinya yang berbeda," ujarnya menjawab pertanyaan wartawan Tribunsumsel.com, Minggu (15/2/2026).

Distribusi MBG untuk sekolah mulai kembali pada 23 Februari hingga 17 Maret mendatang.

Setelah libur Lebaran, program MBG akan kembali berjalan normal seperti biasa.

Namun sepakan ini distribusi ke sekolah stop karena Senin hingga Rabu siswa libur sekolah dan baru kembali masuk 23 Februari mendatang, sehingga untuk distribusi ke sekolah serentak akan mulai dilakukan 23 Februari.

Sedangkan distribusi untuk balita, ibu hamil dan menyusui, waktu distribusi masih sama, Senin dan Selasa ini juga masih distribusi seperti biasa.


Sekolah Bisa Pilih Stop Distribusi Jika Lebih dulu Libur

Distribusi program Makan Bergizi Gratis (MBG) dijadwalkan berlangsung hingga 17 Maret 2026 atau beberapa hari menjelang libur lebaran Idul fitri.

Nurya Hartika Sari mengatakan, bagi sekolah yang kalender pendidikannya telah memasuki masa libur lebih awal, diperbolehkan untuk menghentikan sementara penerimaan menu MBG tersebut.

Atau jadwalnya menyesuaikan dengan kalender akademik masing-masing sekolah.

Meski demikian, sekolah tetap dianjurkan untuk menerima program ini karena MBG merupakan hak siswa, sehingga sangat disayangkan jika distribusinya dihentikan.

Keputusan akhir tetap berada pada kesepakatan antara masing-masing sekolah dan dapur MBG sebagai pihak penyedia distribusi.

"Sebaiknya siswa tetap mendapat MBG karena makanan sehat ini adalah hak siswa, sayang jika hak mereka tidak diberikan," ujarnya.


Berikut rincian skema distribusi MBG saat Ramadan.

1. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Berpuasa
Mekanisme pertama, yakni sekolah di daerah dengan mayoritas siswa yang berpuasa. Makanan akan tetap disalurkan ke sekolah, namun dalam bentuk menu yang lebih tahan lama dan dapat dibawa pulang untuk dikonsumsi saat waktu berbuka puasa.

Menu yang disiapkan antara lain kurma, telur rebus, telur asin, abon, telur pindang, buah, susu, dan penganan lokal yang biasanya dikonsumsi ketika Ramadhan. BGN turut berupaya menggandeng pelaku UMKM dalam penyediaan menu.

2. Sekolah dengan Mayoritas Siswa Tidak Berpuasa
Sementara itu, layanan MBG di sekolah yang mayoritas siswanya tidak berpuasa akan tetap berjalan normal tanpa ada perubahan skema. Menu yang disajikan pun tetap seperti biasa.

3. Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita
Untuk Ibu hamil, ibu menyusui, dan anak balita, program MBG akan tetap berjalan seperti biasa selama bulan Ramadhan. Menu yang diberikan tetap berupa makanan segar sebagaimana hari-hari normal.

4. Lingkungan Pesantren
Mekanisme keempat diterapkan khusus di lingkungan pesantren. Jadwal konsumsi akan digeser ke waktu berbuka puasa mengingat penerima manfaat dan dapur layanan gizi berada dalam satu area.

Sedangkan untuk proses memasak tetap dilakukan pada siang hari dan didistribusikan sore hari menjelang berbuka puasa.

Baca juga: Sumsel United Takluk di Medan, Nil Maizar Kecewa : Kita Banyak Dapat Bola Mati

 

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.