TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Berdasarkan kalender libur Bursa Efek Indonesia, aktivitas perdagangan pekan besok hanya berlangsung pada Rabu hingga Jumat (18–20 Februari 2026).
Sementara itu, Senin (16/2/2026) ditetapkan sebagai cuti bersama Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili dan Selasa (17/2/2026) merupakan hari libur nasional untuk memperingati Tahun Baru Imlek 2577 Kongzili.
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menilai tahun 2026 khususnya kuartal pertama memiliki karakter unik karena dua perayaan besar berlangsung dalam periode yang berdekatan.
Baca juga: IHSG Ditutup Melemah 0,64 Persen ke 8.212 Jumat Sore 13 Februari
"Secara katalis, kedua momentum ini adalah motor penggerak konsumsi domestik," kata Liza dikutip dari Kontan, Minggu (15/2/2026).
Diketahui, awal bulan Ramadan 1447 Hijriah pada tahun 2026 diperkirakan paling cepat jatuh pada Rabu (18/2/2026).
Menurutnya, adanya efek akumulasi permintaan, di mana belanja rumah tangga untuk persiapan Imlek berlanjut langsung ke pola konsumsi Ramadan yang umumnya meningkat.
Sementara itu, Liza menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga optimistis konsumsi pada kuartal pertama akan memberikan suntikan ke pasar sehingga mampu mendorong pertumbuhan ekonomi ke level yang lebih tinggi, bahkan berpotensi mendekati pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) sekitar 6 persen.
Liza menambahkan secara historis, aktivitas perdagangan selama bulan puasa cenderung bergerak lebih lambat dibanding periode normal.
Menurutnya, jam operasional sejumlah perkantoran biasanya juga mengalami penyesuaian meskipun bursa dan perusahaan sekuritas tetap beroperasi seperti biasa.
Dengan pekan depan yang juga terpotong libur panjang hingga 17 Februari, Liza memperkirakan nilai transaksi akan cenderung menurun dibandingkan pekan ini.
Dus, Liza memprediksi area support Indeks Harga Shaam Gabungan (IHSG) berada di level 8.115-8.000 serta resistance di posisi 8.251-8.334.
Liza juga membagikan sejumlah deretan saham yang menarik dicermati untuk tahun 2026, antara lain JPFA, INET, TRIN, ENRG, TLKM RMKE, INKP dan ERAl di target harga masing-masing Rp 3.110, Rp 630, Rp 1.650, Rp 2.000, Rp 4.000, Rp 10.800 dan Rp 540 per saham.
Sementara itu, Liza juga menyarankan untuk mencermati saham perbankan antara lain BMRI dan BTPS dengan target harga masing-masing Rp 5.960 dan Rp 1.635 per saham.
Sementara itu, Head of Research & Chief Economist Mirae Asset Sekuritas Rully Arya Wisnubroto menyampaikan, tahun 2026 cukup unik lantaran momen Tahun Baru Imlek dan Ramadan saling berdekatan.
Ia meyakini momentum perayaan Imlek dan Ramadan akan memicu permintaan terhadap produk-produk yang bersifat musiman.
Setidaknya dalam jangka pendek emiten-emiten terkait konsumer, ritel, dan telekomunikasi berpotensi diuntungkan dan mengalami peningkatan kinerja seiring tingginya kebutuhan masyarakat terhadap produk dan jasa tersebut.
"Investor bisa fokus ke sektor konsumer, ritel, telekomunikasi yang biasanya jadi unggulan di periode tersebut," ujarnya.
Di luar itu, Rully juga menyebut saham-saham terkait komoditas emas tetap bisa menjadi opsi bagi investor selama periode Imlek dan Ramadan.
Hal ini didukung oleh potensi kenaikan harga emas dunia yang dapat terus berlanjut, meski beberapa waktu terakhir harga komoditas tersebut sempat terkoreksi.
Rully juga bicara mengenai peluang saham-saham terkait kebutuhan program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama Ramadan, seperti di sektor poultry.
Menurutnya, prospek saham-saham di sektor tersebut
dalam jangka pendek sangat bergantung dari keputusan akhir pemerintah terkait nasib program MBG selama Ramadan berlangsung.
Jikalau penyaluran MBG dibatasi selama Ramadan, kemungkinan pamor saham-saham yang selama ini diuntungkan oleh program tersebut akan meredup untuk sementara waktu.
Terlepas dari itu, Rully mengingatkan bahwa pergerakan pasar saham selama Ramadan juga akan banyak dipengaruhi oleh sentimen makro, seperti kelanjutan kesepakatan tarif dagang Indonesia dan Amerika Serikat (AS) hingga perkembangan perbaikan tata kelola bursa selepas gejolak pasar akibat isu Morgan Stanley Capital International (MSCI).
"Hasil pemaparan outlook ekonomi dari pemerintah juga akan jadi sentimen ketika pasar kembali dibuka setelah libur nanti," paparnya.
Pada penutupan perdagangan Jumat (13/2/2026) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup turun 0,64 persen ke level 8.212,27.
Sejak awal tahun ini, IHSG telah terkoreksi 5,03 persen year to date (ytd).