Kali Klafdalim Moi Sigin Sorong Diduga Tercemar Limbah Sawit: Ikan-ikan Mati, Air Bikin Kulit Gatal
Jariyanto February 15, 2026 07:24 PM

 

TRIBUNSORONG.COM, AIMAS - Air Kali Klafdalim Distrik Moi Sigin, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, diduga tercemar limbah perusahaan kelapa sawit.

Masyarakat adat setempat menyebut, pada Desember 2025 terlihat beberapa ekor ikan mati mengapung di sungai. 

"Akhir 2025, ikan mati masih sedikit, namun Januari hingga Februari 2026 ini, ikan yang mati makin banyak," ujar Soleman Jimmy (29), warga setempat kepada TribunSorong.com, Minggu (15/2/2026).

Baca juga: MRPBD Serap Aspirasi di Tambrauw: Investasi Sawit Ditolak, Status Tanah Adat Jadi Harga Mati

Kejadian ini membuat warga penasaran, sehingga berinisiatif menyusuri bantaran Kali Klafdalim guna mengecek kondisi kondisi air.

Hasil penelusuran hingga ke Kali Klasof, ikan yang mengapung lebih banyak lagi.

Warga mengira ada yang iseng-iseng membuang obat kimia ke sungai, namun indikasi kuat mengarah ke pencemaran dari limbah. 

"Kami menduga ini akibat limpasan limbah pabrik sawit, sebab Kali Klafdalim terhubung ke Klasof yang lokasinya dekat  pengolahan limbah perusahaan," ujar Soleman.

"Kami minta petugas dan pemerintah setempat menyikapi hal ini," katanya.

Baca juga: Siswa SMA Averos Sorong Teliti Kulit Kayu Teh Moi untuk Gagal Jantung, Berbuah Perak di Ajang OPSI

Yeheskiel Kutumlas, warga Distrik Moi Sigin lainnya mengaku badannya gatal-gatal akibat terkena air saat menyusuri sungai. 

"Kami khawatir, jika tidak segera ditindaklanjuti akan berbahaya bagi masyarakat yang mengonsumsi ikan maupun menggukan aliran sungai untuk aktivitas sehari-hari," ucapnya. (tribunsorong.com/safwan ashari)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.