TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Persoalan sampah masih menjadi tantangan di wilayah padat penduduk seperti Kota Makassar.
Pengelolaan yang tidak optimal berpotensi menimbulkan masalah lingkungan dan kesehatan.
Pemerintah Kota Makassar mengembangkan sistem bank sampah yang melibatkan Bank Sampah Pusat dan Bank Sampah Unit (BSU) di tingkat RT/RW.
Skema ini mendorong warga memilah sampah dari rumah sekaligus memperoleh nilai ekonomi dari sampah anorganik.
Bank Sampah Pusat Makassar yang berada di bawah naungan Dinas Lingkungan Hidup berlokasi di Jalan Toddopuli Raya.
Fungsinya menjemput dan membeli sampah anorganik yang telah dipilah oleh BSU di masing-masing wilayah.
Kepala Tata Usaha Bank Sampah Pusat Makassar, Juardi, mengatakan pembentukan BSU diawali dengan penyusunan struktur pengurus, mulai dari ketua, sekretaris, hingga bendahara.
Setelah itu, pengurus melapor ke kelurahan untuk penerbitan surat keputusan (SK).
“Setelah ada SK, baru melapor ke Bank Sampah Pusat untuk dibuatkan kerja sama,” ujarnya, Minggu (15/2/2026).
Kerja sama tersebut mencakup penjemputan dan pembelian sampah yang telah dipilah warga.
Setiap BSU menerima daftar harga sekitar 45 jenis sampah anorganik yang dibeli.
Nilai jual ditentukan oleh kualitas pemilahan.
Juardi menjelaskan, Bank Sampah Pusat rutin melakukan sosialisasi dan pendampingan kepada BSU, terutama yang baru terbentuk.
Warga diberikan pemahaman tentang cara memilah sampah agar memiliki nilai jual lebih tinggi, seperti melepas label pada botol plastik sebelum disetor.
Hingga saat ini, sekitar 350 BSU telah bekerja sama dengan Bank Sampah Pusat.
Namun jumlah tersebut dinilai belum sebanding dengan jumlah RT/RW yang ada di Makassar.
“Seharusnya setiap RW memiliki bank sampah karena itu juga menjadi indikator kebersihan wilayah,” katanya.
Penjemputan sampah dilakukan berdasarkan laporan BSU satu hari sebelumnya.
Armada yang dikirim disesuaikan dengan volume sampah yang akan diangkut.
“Kalau lima karung, mobil kecil. Kalau lebih dari 10 karung, mobil besar yang diarahkan. Jadi harus telepon satu hari sebelumnya supaya terjadwal,” ujarnya.
Sampah yang dijemput ditampung di Bank Sampah Pusat Induk di depan Pasar Toddopuli sebelum diambil oleh pihak rekanan untuk diolah lebih lanjut.
Pembayaran dilakukan setiap kali pengangkutan.
Setelah sampah ditimbang dan diproses, dana ditransfer ke rekening masing-masing BSU.(*)