Jalan Diponegoro Pekanbaru Jadi Tempat Favorit Bagi Gepeng Jelang Ramadhan
M Iqbal February 15, 2026 08:29 PM

TRIBUNPEKANBARU.COM, PEKANBARU - Fenomena gelandangan dan pengemis (gepeng) mulai marak terlihat di sepanjang Jalan Diponegoro, Kota Pekanbaru, menjelang bulan suci Ramadan.

Terutama setiap hari Jumat, kawasan tersebut tampak lebih ramai oleh para pengemis yang duduk di trotoar hingga di sekitar lampu merah.

Pemandangan ini bukan hal baru bagi warga sekitar. Sejumlah pengemis terlihat membawa anak kecil yang digendong, sementara lainnya membawa barang-barang seperti pemulung.

Kehadiran mereka kerap menarik perhatian para pengguna jalan yang melintas.

Tidak sedikit warga yang singgah untuk memberikan sedekah. Mayoritas memberikan makanan, terutama pada hari Jumat yang identik dengan momentum berbagi.

Namun, ada juga sebagian warga yang memilih memberikan uang tunai karena merasa iba dengan kondisi para pengemis tersebut.

Seorang nenek yang kerap terlihat duduk di Jalan Diponegoro mengaku tinggal di kawasan Jalan Imam Munandar. Ia berjalan kaki setiap hari menuju lokasi tersebut karena menilai kawasan itu banyak dermawan.

Dengan menggendong karung berisi barang hasil mulung, biasanya nenek ini selalu duduk menunggu dermawan di jalur tersebut.

Menurut pengakuannya, Jalan Diponegoro menjadi salah satu titik favorit para pengemis untuk menunggu sedekah. Terlebih saat hari Jumat, ia menyebut biasanya lebih banyak warga yang berbagi makanan maupun uang.

"Untuk makan saja kami duduk di sini," ujarnya singkat saat ditemui Tribunpekanbaru.com di lokasi. Ia juga mengaku tidak memiliki pekerjaan tetap dan mengandalkan belas kasih masyarakat untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Berdasarkan pantauan di lapangan, dan pengakuan nenek yang mengaku sudah puluhan tahun di Jalan Diponegoro itu, sebagian besar pengemis yang mangkal di kawasan itu berasal dari luar daerah seperti Sumatera Utara dan Sumatera Barat. 

Namun, ada juga yang merupakan warga lama Pekanbaru yang mengaku kondisi ekonominya semakin sulit, diakui nenek yang berasal dari Tapanuli Selatan itu.

"Ada dari Pandau, Rumbai dan Panam, duduknya di sini,"ujar nenek itu.

Seorang warga bernama Karyapi mengaku iba melihat banyaknya pengemis yang menjamur di kawasan tersebut, terutama menjelang Ramadan. Ia mengatakan kerap memberikan sedekah saat melintas, apalagi jika melihat pengemis yang membawa anak kecil.

"Kalau yang gendong anak, kita tidak tega juga melihatnya. Mereka bilang minta uang untuk makan,"ujar Karyapi. Ia berharap ada solusi yang lebih manusiawi dalam menangani persoalan ini.

Sementara itu, belakangan ini jumlah gepeng mulai berkurang setelah adanya patroli kendaraan Dinas Sosial yang melakukan penertiban. 

Meski demikian, Karyapi berharap para pengemis tidak sekadar ditangkap dan ditempatkan di rumah sosial, melainkan diberikan pembinaan dan modal usaha agar dapat berwirausaha serta mencari nafkah secara mandiri untuk keluarganya.

(tribunpekanbaru.com / Nasuha Nasution)

© Copyright @2026 LIDEA. All Rights Reserved.